Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi Budi Agung Nugroho di Kantor Daker Madinah, Arab Saudi. Senin (20/4/2026). ANTARA/HO-Kemenhaj
PPIH Siap Sambut Kloter Pertama Jamaah di Madinah
Siti Yona Hukmana • 20 April 2026 12:31
Jakarta: Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh layanan telah siap menjelang kedatangan kloter pertama jamaah calon haji Indonesia. Jamaah dijadwalkan mendarat di Madinah pada Rabu, 22 April 2026.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi Budi Agung Nugroho menyampaikan kesiapan layanan mencakup seluruh aspek utama, mulai dari akomodasi, konsumsi hingga transportasi.
“Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan bandara guna memastikan proses kedatangan dan pergerakan jamaah berjalan lancar,” kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 20 April 2026.
“Dengan skema fast track, penyambutan di bandara dilakukan secara singkat. Penyambutan resmi akan dilaksanakan saat jamaah tiba di hotel di Madinah,” kata Budi.
Ia menambahkan Duta Besar RI untuk Arab Saudi bersama Konsul Jenderal RI direncanakan turut hadir dalam penyambutan perdana tersebut. Budi mengatakan pengaturan pergerakan jamaah dari bandara menuju bus dilakukan dengan perhatian khusus. Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan pihak syarikah untuk memastikan alur pergerakan berjalan tertib dan terorganisasi.

Rapat koordinasi Daerah Kerja Bandara jelang kedatangan jamaah calon haji gelombang pertama. ANTARA/HO-MCH 2026
“Pergerakan jamaah diatur berdasarkan regu dan rombongan agar sejak dari bandara hingga pembagian kamar hotel tetap dalam satu kelompok. Ini penting untuk menjaga ketertiban,” ujar Budi.
Untuk penanganan bagasi, layanan khusus telah disiapkan agar barang bawaan jamaah dapat tiba dengan aman di hotel. Selama berada di Madinah, jamaah akan menjalani ibadah Arbain selama 8 hingga 9 hari. Kementerian Haji (Kemenhaj) juga menjamin layanan konsumsi dengan 27 kali makan selama masa tinggal tersebut.
“Setelah itu, jamaah diberangkatkan ke Makkah untuk mengikuti rangkaian puncak ibadah haji,” ungkap Budi.