Polri Siapkan Posko Bantuan untuk Dukung Warga Terdampak Gempa NTT

Mabes Polri berangkatkan pasukan SAR Brimob ke lokasi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir.

Polri Siapkan Posko Bantuan untuk Dukung Warga Terdampak Gempa NTT

Hendrik Simorangkir • 16 August 2026 07:20

Tangerang: Polri menyiapkan sejumlah posko bantuan di lokasi yang dinilai aman untuk mendukung penanganan warga terdampak gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Posko tersebut difungsikan untuk mendukung proses evakuasi, pelayanan masyarakat di pengungsian, hingga penyaluran bantuan.

Di tengah proses penanganan, pendataan korban dan kerusakan akibat gempa masih berlangsung. Polri bersama jajaran terus melakukan verifikasi informasi dari sejumlah wilayah terdampak.

"Proses pendataan korban dan kerusakan masih terus dilakukan. Namun, terdapat beberapa kendala komunikasi di sejumlah wilayah di daratan Flores, sehingga data yang diterima masih terus dilakukan verifikasi dan validasi," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu malam, 15 Agustus 2026.

Johnny mengatakan koordinasi dengan Polda NTT dan jajaran terkait terus dilakukan untuk memperoleh perkembangan kondisi di lapangan secara berkala. "Termasuk terkait jumlah korban, kerusakan wilayah terdampak, dan kebutuhan mendesak dari masyarakat," jelas Johnny.

Informasi mengenai kondisi warga dan wilayah terdampak nantinya akan menjadi bagian penting dalam menentukan kebutuhan penanganan. Karena itu, masyarakat diimbau menunggu informasi yang telah melalui proses verifikasi.


Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu malam, 15 Agustus 2026. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir.

Johnny mengimbau masyarakat agar menggunakan data yang nanti telah terverifikasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya, serta mengikuti setiap informasi resmi dari pemerintah, dari BMKG, maupun dari petugas di lapangan.

"Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya mengenai jumlah korban," ungkap Johnny.

Dukungan Tim SAR


Upaya penanganan juga diperkuat dengan pengiriman personel dan peralatan SAR dari Mabes Polri. Sebanyak 137 personel Brimob, DVI, dan Humas diberangkatkan menuju NTT untuk membantu jajaran Polda NTT dalam menangani dampak gempa.

"Kurang lebih ada 137-an personel dari Brimob, DVI, dan Humas yang diberangkatkan untuk membantu Polda NTT, guna membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT," ungkap Johnny.

Personel tersebut membawa dukungan serta peralatan SAR untuk membantu proses pencarian dan pertolongan korban. Tim Disaster Victim Identification (DVI) juga disiapkan untuk mendukung proses identifikasi apabila diperlukan. Selain itu, dukungan anjing pelacak atau K9 disiapkan untuk membantu pencarian korban, terutama di lokasi bangunan yang mengalami keruntuhan.

"Nanti juga dipersiapkan tim K9 untuk mendukung pencarian korban, khususnya di lokasi bangunan yang mengalami keruntuhan. Pengiriman K9 direncanakan dilakukan pada tahap berikutnya setelah pendataan jumlah personel dan kebutuhan alat angkut selesai," jelas Johnny.

Logistik Mulai Disalurkan


Selain personel, dukungan logistik juga telah dikirim untuk membantu kebutuhan warga terdampak gempa. Mabes Polri sebelumnya menyalurkan bantuan melalui Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, menggunakan pesawat CN-295 Polri.

Bantuan tersebut terdiri atas satu set tenda pleton, 10 unit Wifi Portable Wontech, serta 240 dus bahan makanan cepat saji.

Pengiriman personel, peralatan, dan logistik tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan masyarakat selama proses evakuasi dan penanganan pascagempa berlangsung.

Dengan pendataan yang masih berjalan, informasi mengenai jumlah korban, kerusakan, serta kebutuhan masyarakat diharapkan dapat terus diperbarui berdasarkan kondisi di lapangan dan hasil verifikasi petugas.

 

(Deny Irwanto)