Harga Emas Berpotensi Naik, Simak Analisis Proyeksinya

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Berpotensi Naik, Simak Analisis Proyeksinya

Eko Nordiansyah • 26 August 2026 11:05

Jakarta: Pergerakan harga emas dunia (XAUUSD) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, harga emas pada time frame H1 menunjukkan momentum bullish setelah mengalami rejection di area support USD4.637-USD4.616.

"Penguatan tersebut semakin terkonfirmasi dengan terbentuknya pola Bullish Engulfing, yang mengindikasikan buyer kembali mengambil alih momentum pasar. Dengan kondisi tersebut, XAUUSD berpeluang bergerak menuju area resistance USD4.686 hingga USD4.700," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Agustus 2026.

Pada grafik time frame H1, pergerakan harga emas sebelumnya mengalami tekanan ketika memasuki area support USD4.637-USD4.616. Namun, tekanan jual tidak mampu mendorong harga menembus zona tersebut secara berkelanjutan. Harga justru menunjukkan rejection, yang menandakan masih terdapat minat beli cukup kuat di area support.

"Kondisi ini menjadi sinyal awal seller mulai kehilangan momentum dan buyer kembali berusaha membawa harga ke level yang lebih tinggi," ungkap dia.

Peningkatan tekanan beli

Sinyal pembalikan arah tersebut kemudian diperkuat dengan terbentuknya pola candlestick Bullish Engulfing. Pola ini menunjukkan adanya perubahan dominasi antara seller dan buyer dalam jangka pendek. Ketika candlestick bullish mampu menutupi pergerakan candlestick bearish sebelumnya, kondisi tersebut biasanya mencerminkan meningkatnya tekanan beli.

"Dalam konteks XAUUSD saat ini, pola tersebut menjadi salah satu dasar bagi Dupoin Futures untuk melihat peluang kelanjutan tren bullish," ujar dia.

Geraldo memperkirakan area USD4.686-USD4.700 menjadi resistance terdekat yang berpotensi diuji apabila momentum kenaikan mampu bertahan. Menurut dia, level tersebut menjadi area penting karena dapat menentukan apakah penguatan harga memiliki tenaga yang cukup untuk berlanjut atau justru menghadapi aksi ambil untung.

"Apabila resistance berhasil ditembus dengan momentum yang kuat, peluang pembentukan level harga yang lebih tinggi akan semakin terbuka," kata dia.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan kemungkinan koreksi ketika harga mendekati resistance. Setelah mengalami penguatan, sebagian trader dapat melakukan profit taking sehingga memicu penurunan sementara. Oleh karena itu, reaksi harga di sekitar USD4.686-USD4.700 akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat keberlanjutan tren bullish XAUUSD.
(Ilustrasi. Foto: Dok Bappebti)

Prospek emas masih positif

Dari sisi fundamental, prospek emas juga masih cenderung positif meskipun terdapat potensi pergerakan mixed. Salah satu faktor yang memberikan dukungan berasal dari penurunan harga minyak. Harga minyak yang lebih rendah dapat membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi.

Kondisi tersebut kemudian berpotensi mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury Yield, yang menjadi katalis positif bagi emas. Reuters melaporkan pada Rabu, harga minyak kembali turun seiring munculnya harapan terhadap perkembangan pembicaraan terkait Selat Hormuz, sementara yield Treasury AS juga bergerak lebih rendah.

Penurunan yield menjadi faktor penting bagi emas karena logam mulia merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil. Ketika yield obligasi turun, opportunity cost dalam memegang emas ikut berkurang. Kondisi tersebut dapat membuat investor kembali mempertimbangkan emas sebagai salah satu instrumen dalam portofolio, terutama ketika ketidakpastian pasar masih cukup tinggi.

Pergerakan emas sendiri masih berada di sekitar level tertinggi dalam beberapa bulan. Reuters melaporkan harga spot emas berada di sekitar USD4.652,39 per troy ounce pada Rabu dan mempertahankan kenaikan dari sesi sebelumnya ketika harga mencapai level tertinggi tiga bulan.

"Pasar juga tengah menunggu data inflasi AS serta perkembangan kebijakan The Fed yang dapat memengaruhi arah yield dan daya tarik emas," ungkap dia.

Faktor penghambat gerak emas

Namun, terdapat faktor yang dapat membatasi penguatan XAUUSD, yakni meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta kemungkinan membaiknya kondisi di Selat Hormuz. Perkembangan tersebut dapat mengurangi kebutuhan investor terhadap aset safe haven.

"Pada perdagangan terbaru, harga minyak turun setelah Iran kembali melakukan pembicaraan dengan Oman mengenai pembukaan kembali jalur strategis tersebut. Reuters menyebut penurunan minyak turut mendorong yield Treasury lebih rendah," jelas Geraldo.

Jika tensi geopolitik semakin mereda dan aktivitas di Selat Hormuz kembali normal, permintaan safe haven terhadap emas berpotensi berkurang. Kondisi ini dapat membuat kenaikan harga lebih terbatas, terutama setelah XAUUSD sebelumnya mengalami penguatan cukup signifikan.

"Karena itu, investor perlu memperhatikan keseimbangan antara tekanan dari berkurangnya permintaan safe haven dan dukungan dari turunnya yield Treasury," ujar dia.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures masih melihat peluang bullish pada harga emas (XAUUSD) untuk perdagangan hari ini. Rejection pada support USD4.637-USD4.616 dan konfirmasi Bullish Engulfing menjadi dasar utama proyeksi kenaikan menuju USD4.686-USD4.700. Dari sisi fundamental, penurunan harga minyak dan Treasury Yield turut memberikan ruang bagi emas untuk melanjutkan penguatan.

Namun, perkembangan hubungan AS-Iran dan situasi Selat Hormuz perlu terus dipantau karena meredanya ketegangan dapat mengurangi permintaan safe haven. Dengan demikian, area USD4.686-USD4.700 menjadi target kenaikan utama, sementara respons harga di area tersebut akan menentukan apakah momentum bullish XAUUSD mampu berlanjut ke level yang lebih tinggi.

(Eko Nordiansyah)