Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi ditemui usai menghadiri peringatan Maulid Nabi bersama Mitra Driver Gojek sekaligus pelepasan 70 Mitra Driver Legend Gojek secara simbolis di Jakarta, Jumat (28/8/2026) malam. ANTARA/Harianto
Menhub Minta Operator Penerbangan dan Pelayaran di Kalimantan Sesuaikan Jadwal Imbas Karhutla
Siti Yona Hukmana • 29 August 2026 18:03
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta operator transportasi penerbangan dan pelayaran di Kalimantan menyesuaikan jadwal perjalanan. Penyesuaian operasional dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, terutama ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurunkan jarak pandang hingga berpotensi mengganggu keselamatan.
"Sejauh ini sektor transportasi di Kalimantan kita sesuaikan dengan kondisi kabut asap akibat karhutla," kata Menhub di Jakarta, dilansir Antara, Sabtu, 29 Agustus 2026.
"Kalau memang asapnya sangat mengganggu, tentunya kita meminta para operator khususnya penerbangan dan juga operator pelayaran agar mempertimbangkan perjalanannya apakah itu ditunda atau dibatalkan," ujar Menhub.

Ilustrasi-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. (Metro TV/ Tantawi Jauhari)
Ia menegaskan keselamatan penumpang, awak, dan seluruh pengguna jasa transportasi harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional, meski kebutuhan mobilitas masyarakat tetap perlu dijaga sebaik mungkin.
"Keselamatan harus menjadi perhatian utama kita," ungkap Dudy.
Meski demikian, Kementerian Perhubungan memastikan hingga saat ini belum ada bandara di Kalimantan yang ditutup karena dampak kabut asap. Sementara penyesuaian hanya dilakukan terhadap jadwal penerbangan sesuai kondisi cuaca.
"Sejauh ini bandara tidak ada yang kita tutup, hanya penerbangan yang kita sesuaikan," kata Dudy.
Dudy menjelaskan operasional penerbangan dan pelayaran tetap berlangsung apabila cuaca memungkinkan, sehingga konektivitas antarwilayah serta distribusi barang dan kebutuhan masyarakat tetap dapat berjalan dengan aman. Kementerian Perhubungan terus memantau perkembangan kabut asap di Kalimantan bersama operator transportasi, agar setiap penyesuaian operasional dilakukan secara cepat, tepat, dan mengutamakan keselamatan tanpa mengabaikan kelancaran layanan.
"Karena kita menyesuaikan dengan cuaca yang bisa berubah setiap saat. Tapi kalau cuaca memungkinkan, penerbangan atau pelayaran tetap dilaksanakan," kata Menhub.