Kepala DP3AKB Jabar, Siska Gerfianti (Metrotvnews.com/?P. Aditya Prakasa)
Kondisi Korban Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung Mulai Bisa Diajak Berkomunikasi
P Aditya Prakasa • 22 June 2026 19:08
Bandung: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, memastikan wanita yang diduga menjadi korban penganiayaan, YTR, sudah dapat diajak berkomunikasi meski terbatas. Saat ini, korban dalam masa pemulihan kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
"Sudah (bisa berkomunikasi) tapi tidak banyak ya. Kita membatasi orang yang berkunjung supaya pemulihan berjalan dengan cepat," kata Siska di RSHS bandung, Senin 22 Juni 2026.

Kepala DP3AKB Jabar, Siska Gerfianti (Metrotvnews.com/?P. Aditya Prakasa)
Siska memastikan luka fisik yang diderita oleh korban dapat pulih, tapi memerlukan waktu yang lama. Untuk memulihkan luka fisiknya, korban kemungkinan akan menjalani operasi bedah plastik rekonstruktif.
"Kalau dengan kemajuan teknologi ilmu kedokteran, bisa, ya, nanti bedah plastik rekonstruktif namanya. Tapi mungkin perlu waktu dan tidak langsung sekali operasi, ya. Jadi hal-hal yang termasuk substantif dan sudah masuk ke objek penyidikan, dan juga yang termasuk dalam rekam medik, mungkin saya nggak bisa utarakan," jelas dia.
Selain memulihkan luka fisik, Siska mengatakan pihaknya juga sedang berupaya memulihkan kondisi psikologis korban. Sebab, dia mengatakan korban masih merasa trauma atas peristiwa yang dialaminya.
"Dokter psikiatri telah dikonsulkan dan memang telah berkonsultasi, sudah, jadi dirawat dengan psikiatri," kata dia.
Dedi Mulyadi Jamin Biaya Pengobatan hingga Tuntas
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, seluruh biaya pengobatan YTR akan ditanggung hingga tuntas. Kepastian itu disampaikannya usai menjenguk langsung kondisi korban pada Senin, 22 Juni 2026.Menurut Dedi, kondisi korban mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Namun, ia mengaku tidak sanggup melihat secara langsung kondisi fisik korban karena merasa sangat prihatin.
"Alhamdulillah kondisinya makin membaik. Tetapi saya jujur, melihatnya pun tidak berani, tidak tega. Saya tidak sanggup melihat langsung kondisinya," ujar Dedi usai menjenguk. Menurut Dedi, saat berada di ruang perawatan, komunikasi dengan korban lebih banyak dilakukan oleh tim dokter. Sementara dirinya memilih mendengarkan penjelasan terkait perkembangan kesehatan korban.
Dia menegaskan ada dua hal utama yang menjadi perhatiannya saat ini. Pertama memastikan korban mendapatkan penanganan medis terbaik hingga sembuh. Kedua, memastikan keluarga korban tidak terbebani secara ekonomi selama mendampingi proses perawatan.
"Soal pengobatan menjadi tanggung jawab dokter. Tetapi terkait pembiayaan, seluruh biaya perawatan rumah sakit saya tanggung sampai selesai. Tidak perlu lagi mencari bantuan ke BPJS atau ke mana-mana," katanya.
.jpg)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Metrotvnews.com/P Aditya Prakasa
Dedi juga mengungkapkan bahwa bantuan telah diberikan kepada keluarga korban agar dapat fokus mendampingi proses penyembuhan tanpa harus memikirkan kebutuhan sehari-hari di rumah.
Sebelumnya diberitakan, kasus tersebut masih diselidiki oleh polisi usai kakak dari korban yakni Afif Shandy, 30, membuat laporan ke Polda Jabar. Hingga saat ini polisi masih melacak keberadaan pelaku.
YTR diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya yang berinisial TH di sebuah indekos yang berada di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung. Korban disekap selama tiga tahun.