Gedung Kemensos. Foto: Dok. Kemensos.
Kemensos Ajukan Tambahan Anggaran Rp22,4 Triliun untuk 2027
Anggi Tondi Martaon • 17 June 2026 16:43
Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) mengajukan tambahan anggaran Rp22,4 triliun untuk 2027. Sebab, pagu indikatif 2027 sebesar 84,71 triliun belum bisa memenuhi target.
"Ada gap yang nyata antara yang diperintahkan dengan apa yang kami bisa lakukan dengan pagu yang ada saat ini. Total gap yang kami usulkan untuk dipenuhi adalah Rp22.488.964.541.000 atau Rp22,49 triliun. Jika disetujui maka total anggaran Kementerian Sosial pada tahun 2027 menjadi Rp107,20 triliun," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dikutip dari Antara, Rabu, 17 Juni 2026.
Gus Ipul mencontohkan untuk graduasi Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE), pagu hanya bisa membiayai 10.000 KK. Padahal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) menargetkan 400.000 keluarga penerima manfaat (KPM) per tahun.
Gus Ipul juga menyampaikan anggaran operasional Sekolah Rakyat juga kurang. Dia menyampaikan pagu Sekolah Rakyat saat ini yaitu Rp4,9 triliun.
"Kurang dari Rp3,64 triliun untuk membiayai 100.000 lebih siswa yang bersekolah di tahun 2027," sebut Gus Ipul.

Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar.
Gus Ipul menyampaikan Sekolah Rakyat merupakan mandat langsung Perpres Nomor 120 Tahun 2025. Pelaksanaan program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu juga disebut mengalami sejumlah kemajuan.
"Sekarang terus berjalan dan mengalami suatu kemajuan-kemajuan yang patut dicatat sebagai bagian dari perjalanan awal penyelenggaraan Sekolah Rakyat," ujar Gus Ipul.
Gus Ipul juga menyampaikan tidak adanya anggaran untuk lansia dan disabilitas dalam pagu indikatif 2027
"Tidak ada satu rupiah pun dalam pagu indikatif untuk bantuan langsung berkelanjutan bagi 1,46 juta lansia dan disabilitas tunggal miskin," kata Saifullah Yusuf.