Kebakaran pabrik sandal di Jalan KH Agus Salim, Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang.
12 Jam Lebih, Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang Belum Padam
Hendrik Simorangkir • 22 June 2026 10:41
Tangerang: Hampir 12 jam berlalu, kebakaran pabrik sandal di Jalan KH Agus Salim, Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang, belum juga padam. Petugas pemadam kebakaran masih berjuang menjinakkan api yang terus berkobar akibat material yang terbakar merupakan bahan baku padat sejenis karet.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, menjelaskan area yang terbakar berisi sandal barang jadi, bahan baku padat sejenis karet, dan aneka cairan kimia penunjang produksi. Kondisi ini menyebabkan proses pemadaman berlangsung lebih sulit dan memakan waktu lama.
"Area terbakar yang didalamnya berisi sandal barang jadi, bahan baku padat sejenis karet, dan aneka cairan kimia penunjang produksi," ujar Andia di lokasi kejadian, Senin, 22 Juni 2026.
Pantauan di lokasi kebakaran menunjukkan asap hitam tebal masih membumbung tinggi. Bahkan, asap pekat tersebut menyelimuti area perumahan warga yang berada di dekat pabrik. Kondisi ini membuat warga sekitar mulai merasakan dampak langsung dari kebakaran tersebut.
Lurah Tanah Tinggi, Dewi Ratna Wati, mengatakan pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kota Tangerang telah mengimbau warga agar menggunakan masker untuk melindungi diri dari paparan asap.
"Kita sudah antisipasi dengan membuka posko pengungsian untuk para warga. Kita juga telah memberikan masker kepada warga terkait pernapasan," kata Dewi.
.jpg)
Petugas melakukan upaya pemadaman kebakaran di pabrik sandal di Kota Tangerang, Banten, Minggu (21/6/2026) malam. ANTARA/HO-BPBD Kota Tangerang
Dewi menambahkan pihaknya tengah mendata warga yang terdampak akibat kebakaran pabrik sandal tersebut. BPBD Kota Tangerang menerjunkan sebanyak 95 personel dan 19 mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Saat ini, petugas tengah melakukan mitigasi dampak asap pada warga serta upaya pendinginan dan pemadaman masih terus berlangsung.