SPMB Makassar 2026 Jalur Non-Domisili Rampung

ilustrasi medcom.id

SPMB Makassar 2026 Jalur Non-Domisili Rampung

Lukman Diah Sari • 18 June 2026 23:29

Makassar: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar menyebut bahwa proses verifikator pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 jalur non-domisili berjalan aman dan lancar sesuai tahapan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman menyebut jadwal hasil SPMB jenjang PAUD, SD dan SMP rampung tepat, waktu sehingga pengumuman seleksi tahap pertama dapat berlangsung tertib, lancar, dan transparan di waktu petang.

"Pada tahap pendaftaran akun, sekitar 50 persen sudah melakukan registrasi lebih awal, sementara sisanya dilakukan secara bertahap. Secara umum masyarakat sudah memenuhi tahapan yang kami siapkan," ujarnya, melansir Antara, Kamis, 18 Juni 2026.

Terkait pengumuman hasil seleksi jalur non-domisili, Achi menjelaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara daring dan dapat dipantau secara real-time melalui akun masing-masing peserta pada laman resmi SPMB.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman saat memantau langsung pengumuman jalur non domisil SPMB di Makassar, Kamis (18/06/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar

Melalui sistem tersebut, peserta dapat langsung mengetahui status kelulusan serta jalur seleksi yang digunakan, baik afirmasi, mutasi maupun prestasi.

Sementara itu, apabila kuota pada jalur afirmasi maupun mutasi tidak terpenuhi, maka sisa kuota akan dialihkan ke jalur domisili sesuai ketentuan yang berlaku.

Achi menjelaskan, jalur non-domisili yang telah dibuka sejak awal pekan terdiri atas tiga kategori, yakni jalur afirmasi, jalur mutasi, dan jalur prestasi.

Setelah pengumuman jalur non-domisili, peserta yang dinyatakan lolos melalui jalur non-domisili wajib melakukan pendaftaran ulang, verifikasi, dan validasi pada 19–21 Juni 2026.

Sementara itu, pendaftaran jalur domisili untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP dijadwalkan berlangsung pada 22–26 Juni 2026.

Menghadapi pembukaan jalur domisili yang diperkirakan akan menjadi jalur dengan jumlah pendaftar terbanyak, Achi menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kota Makassar telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

Salah satunya melalui penguatan sistem digital berbasis Super Apps Lontara Plus yang dirancang untuk mengurai potensi kepadatan akses maupun antrean pendaftaran.

Selain itu, mekanisme pendaftaran juga dibedakan antara jenjang TK, SD, dan SMP sehingga beban sistem dapat terdistribusi dengan lebih baik.

"Kami membuka jalur non-domisili lebih dahulu untuk mengurangi kepadatan, setelah itu baru jalur domisili dibuka. Dengan sistem yang ada saat ini kami optimistis proses pendaftaran dapat berjalan lancar," sambung. 
Ia pun mengimbau orang tua agar mulai mempersiapkan dokumen kependudukan yang menjadi syarat utama dalam jalur domisili.

Pasalnya, sistem akan menggunakan titik koordinat alamat yang tercantum dalam kartu keluarga untuk mengukur jarak terdekat antara tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah tujuan.

(Lukman Diah Sari)