Jemaah haji Indonesia bersiap kembali ke Tanah Air. Foto : MI/Akmal Fauzi.
Fase Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Gelombang 2 dari Madinah Dimulai
Akmal Fauzi • 17 June 2026 01:44
Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memulai fase pemulangan Jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Madinah menuju Tanah Air. Proses pemuliangan dipastikan aman dan terkendali.
“Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang 2 dari Madinah menuju Indonesia. Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff di Mekah, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 16 Juni 2026.
Memasuki hari ke-15 fase pemulangan, pergerakan data mencatat progres yang signifikan. Hingga Selasa, 16 Juni 2026, sebanyak 261 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Angka itu mencakup 101.391 jemaah dan 1.042 petugas, sehingga total yang telah diterbangkan mencapai 102.433 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 253 kloter telah mendarat di Tanah Air dengan rincian 98.487 jemaah dan 1.010 petugas. Total kedatangan di berbagai embarkasi kini menyentuh 99.497 orang atau berkisar 48 persen dari total kuota.
Menurut Maria, Kemenhaj bersama seluruh petugas haji di Daerah Kerja Madinah terus mengoptimalkan layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga layanan bandara guna memastikan proses kepulangan berjalan lancar hingga kloter terakhir.
Demi kelancaran proses kepulangan, Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah yang saat ini berada di Madinah untuk memberikan perhatian khusus terhadap dokumen perjalanan, terutama paspor. Jemaah diminta memastikan paspor tersimpan dengan aman dan mudah diakses.
“Paspor merupakan dokumen utama yang harus dijaga hingga jemaah tiba kembali di Indonesia. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk memastikan dokumen perjalanan tersimpan dengan baik dan tidak tertinggal,” kata Maria.

Kepulangan jamaah haji Lampung usai melaksanakan ibadah di Tanah Suci. ANTARA/Dian Hadiyatna.
Selain itu, jemaah diingatkan untuk menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan. Diimbau untuk beristirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, dan menghindari aktivitas fisik berlebih yang memicu kelelahan.
Kemenhaj juga kembali menegaskan larangan memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam nantinya akan dibagikan kepada jemaah setibanya di Tanah Air sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kepatuhan terhadap ketentuan ini akan membantu memperlancar proses pemeriksaan keamanan penerbangan, menghindari pembongkaran bagasi, serta mempercepat proses keberangkatan di bandara,” jelas Maria.