PPIH Arab Saudi Siapkan Tim Khusus untuk Layanan Lansia saat Puncak Haji

Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi Harun Arrasyid Usman melakukan pengecekan jalur pedestrian di kawasan terowongan menuju lokasi lempar jumrah (Jamarat) di Mina, Makkah, Ara

PPIH Arab Saudi Siapkan Tim Khusus untuk Layanan Lansia saat Puncak Haji

Whisnu Mardiansyah • 18 May 2026 13:59

Mina: Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk satu satuan khusus yang dinamakan Tim Khusus (Timsus) Mina. Pembentukan tim ini bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan perlindungan dan bimbingan kepada jamaah calon haji, terutama mereka yang lanjut usia dan sedang menderita sakit ketika menjalani puncak rangkaian haji.

Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Satop Armuzna) sekaligus Koordinator Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, menjelaskan tim ini diisi oleh personel Perlindungan Jamaah (Linjam) yang sudah punya jam terbang tinggi. Sebab, setiap anggotanya minimal pernah bertugas satu kali dalam operasional haji pada tahun-tahun sebelumnya.

"Rekan-rekan ini diberangkatkan pada tanggal 8 Zulhijah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. Dengan skema ini tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jamaah calon haji tiba," ujar Harun Arrasyid Usman setelah mengecek jalur pergerakan dari Mina menuju Jamarat, seperti dilansir Antara, Minggu, 18 Mei 2026.

Harun memaparkan, tanggung jawab utama Timsus Mina meliputi pengawasan, penyambutan, serta pemantauan pergerakan jemaah calon haji yang baru tiba dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqobah. Di samping itu, tim ini juga siaga menyambut jemaah calon haji yang memakai skema murur atau melintas langsung dari Arafah.
 


Tahap kedatangan di Mina merupakan momen yang amat genting karena rawan menimbulkan kepadatan dan kelelahan fisik yang luar biasa.

Soal pemetaan wilayah maktab, Harun menyampaikan sebagian besar jemaah calon haji asal Indonesia menempati Zona 3 dan Zona 5 yang berada di dekat Terowongan Muaisim. Mereka tersebar di 61 markas, mulai dari maktab kecil di area bawah hingga maktab besar di area atas.

Sementara itu, untuk skema tanazul atau langsung kembali ke hotel seusai melempar Jumrah Aqobah, direncanakan akan dipusatkan di Zona 5. Skema ini masih dalam proses perumusan akhir dan akan diumumkan secara serentak nantinya.

Demi menjaga kelancaran dan keselamatan arus pergerakan massa, Harun juga menyampaikan imbauan penting bagi jamaah calon haji yang menginap di tenda Mina. Ia meminta para jamaah agar tidak berpindah lantai ketika melakukan prosesi pelemparan jumrah.

"Bagi jamaah calon haji yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan Jamarat diprioritaskan di lantai 3. Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. Tanyakan kepada petugas di lokasi arah kembali ke tenda, karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim," ucap Harun.

Jarak perjalanan bolak-balik dari tenda Mina menuju lokasi Jamarat yang melewati tiga Terowongan Muaisim diperkirakan mencapai sekitar 4,5 kilometer. PPIH berharap, dengan persiapan jalur yang matang serta kesiapan Timsus Mina, seluruh rangkaian puncak haji dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan efisien.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)