Ruang Dialog Tertutup, Konflik Iran vs AS-Israel Mengarah ke Perang Total

Asap mengepul dari lokasi serangan Israel di Iran pada 1 Maret 2026. (Anadolu Agency)

Ruang Dialog Tertutup, Konflik Iran vs AS-Israel Mengarah ke Perang Total

Willy Haryono • 3 March 2026 08:28

Jakarta: Konflik bersenjata antara Iran melawan aliansi Amerika Serikat (AS) dan Israel telah memasuki fase yang sangat berbahaya bagi stabilitas global, menurut pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Yon Mahmudi Ismail.

Ia menyebut situasi saat ini berpotensi mengarah pada perang total (Total War) karena kedua belah pihak dinilai telah menutup ruang diplomasi.

Menurut Yon, pernyataan Iran yang menegaskan tidak akan bernegosiasi serta komitmen untuk terus melakukan retaliasi menunjukkan eskalasi yang sulit diredam.

"Iran sendiri juga menyatakan bahwa tidak akan bernegosiasi dan tidak ada ruang negosiasi karena Iran telah mendeklarasikan bahwa retaliasi perlawanan terhadap Amerika dan Israel itu akan terus dilakukan," ujar Yon dalam Program Breaking News Metro TV, Selasa, 3 Maret 2026.

Di sisi lain, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memprediksi perang dapat berlangsung empat hingga lima minggu ke depan memperkuat indikasi bahwa konflik ini tidak akan berhenti dalam waktu singkat.

Yon menilai kondisi tersebut menciptakan situasi zero-sum game, di mana setiap pihak berupaya melemahkan lawannya secara maksimal.

Serangan yang menyasar fasilitas militer darat, udara, dan laut, serta indikasi upaya penggulingan rezim, menunjukkan konflik telah melampaui sekadar tekanan militer terbatas.

Menurutnya, dalam satu bulan ke depan, dampak konflik ini dapat meluas secara global, terutama pada stabilitas keamanan dan ekonomi internasional.

"Maka ini bisa saja yang memang menjadi total war yang akan terus berlangsung karena tidak ada ruang negosiasi. Maka pilihannya adalah zero-sum game ya, either Amerika, Israel, atau kemudian Iran, akan bisa saling menghancurkan," pungkas Yon. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Washington Serukan Warga AS Segera Tinggalkan Timur Tengah

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)