Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump memimpin sidang Dewan Keamanan PBB di New York, Senin, 2 Maret 2026. (Anadolu Agency)
Melania Trump Pimpin Sidang DK PBB di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
Willy Haryono • 3 March 2026 17:01
New York: Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump memimpin sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Senin, 2 Maret 2026, yang membahas seputar isu anak dan pendidikan di wilayah konflik.
Sidang berlangsung dua hari setelah AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari, yang memicu peringatan PBB soal keselamatan anak.
Ini menjadi kali pertama pasangan pemimpin negara yang aktif menjabat memimpin pertemuan DK PBB, badan global beranggotakan 15 negara tersebut. Agenda kehadiran Melania telah diumumkan sebelum serangan AS dan Israel ke Iran, bertepatan dengan posisi Washington sebagai presiden bergilir Dewan Keamanan PBB bulan ini.
Dalam pernyataannya, Melania menegaskan komitmen AS terhadap perlindungan anak. “Amerika Serikat berdiri bersama seluruh anak di dunia. Saya berharap perdamaian segera menjadi milik Anda,” ujarnya di hadapan anggota dewan, dikutip dari AsiaOne, Selasa, 3 Maret 2026.
Sidang tersebut berlangsung di tengah kecaman Iran bahwa serangan Israel dan AS menghantam sekolah dasar perempuan di Minab dan menewaskan 165 siswi.
Utusan Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyebut pertemuan itu sangat memalukan dan munafik jika digelar di saat serangan terhadap kota dan sekolah masih terjadi, meski laporan itu belum dapat diverifikasi secara independen.
Badan Anak PBB, UNICEF, sebelumnya menyatakan eskalasi militer di Timur Tengah menjadi momen berbahaya bagi jutaan anak, dan menyerukan penghentian permusuhan segera. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa negaranya tidak akan dengan sengaja menargetkan sekolah.
Duta Besar Israel untuk PBB menyatakan pihaknya menyesalkan setiap korban sipil, namun menyebut terdapat perbedaan laporan terkait insiden tersebut. Sementara itu, Duta Besar Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, menyerukan investigasi menyeluruh dan pertanggungjawaban atas setiap serangan terhadap sekolah.
Presiden AS Donald Trump selama ini dikenal sebagai kritikus PBB dan menilai organisasi itu perlu direformasi. Meski demikian, juru bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan keterlibatan istri Trump menunjukkan pentingnya isu perlindungan anak dalam agenda Dewan Keamanan. (Keysa Qanita)
Baca juga: Hak Veto AS Diyakini Akan Blokir Setiap Resolusi PBB soal Konflik Iran