Pemkot Palangkaraya Perluas Rumah Oksigen hingga Kelurahan dan Posyandu

Petugas melakukan pemadamakan kebakaran lahan di Kota Palangka Raya. ANTARA/Rendhik Andika.

Pemkot Palangkaraya Perluas Rumah Oksigen hingga Kelurahan dan Posyandu

Silvana Febiari • 22 September 2026 16:49

Palangkaraya: Pemerintah Kota (Pemkot) Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) memperluas layanan rumah oksigen hingga ke kantor kelurahan dan posyandu. Langkah ini diambil guna meminimalkan ancaman kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Melihat situasi dan kondisi saat ini, kami melakukan perluasan titik rumah oksigen. Jika sebelumnya hanya ada di 11 puskesmas, kini kami tambah tujuh rumah oksigen yang dioperasionalkan pihak kelurahan dan posyandu," kata Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin, dilansir dari Antara, Selasa, 22 September 2026.

Keberadaan Rumah Oksigen itu untuk membantu warga terdampak kabut asap karhutla. Khususnya untuk penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).   


"Perluasan rumah oksigen dilakukan sebagai respons terhadap kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kota Cantik dan berdampak pada kesehatan masyarakat," ujarnya. 

Pihaknya juga terus menambah layanan Rumah Oksigen di tingkat kelurahan dan posyandu lain di wilayah Kota Palangkaraya. Pada Senin malam, Fairid didampingi Kadis Kesehatan dan pejabat lain juga memantau operasional Rumah Oksigen yang dioperasionalkan posyandu.  

Menurut Fairid, keberadaan rumah oksigen di tingkat kelurahan dan posyandu bertujuan mendekatkan akses layanan kesehatan bagi warga yang terdampak kabut asap. Penanganan pun dapat dilakukan lebih cepat.   

“Seperti lokasi ini, bekas musala yang kita manfaatkan menjadi posyandu, nanti fasilitasnya terus kami tingkatkan,” ujarnya. 

Dia meminta seluruh pihak turut menyosialisasikan keberadaan rumah oksigen kepada masyarakat. Sebab, layanan tersebut kini tidak hanya tersedia di puskesmas, tetapi juga mulai diperluas ke fasilitas pelayanan masyarakat lainnya.  

“Kami mohon bantuan untuk menginformasikan kepada warga bahwa rumah oksigen kini tidak hanya berada di puskesmas, tetapi kami usahakan ada di seluruh kantor kelurahan hingga posyandu,” ucapnya. 


Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memantau salah satu Rumah Oksigen di kota setempat pada Selasa, 22 September 2026. ANTARA/Rendhik Andika


Selain menyediakan fasilitas oksigen, Pemkot Palangkaraya juga menyiagakan tenaga kesehatan pada setiap titik layanan. Petugas medis berasal dari puskesmas yang berada di wilayah terdekat dengan lokasi rumah oksigen.  

“Tenaga kesehatan kita siagakan berdasarkan wilayahnya. Misalnya untuk hari ini, tim medis yang bertugas berasal dari puskesmas terdekat, seperti Puskesmas Kereng Bangkirai atau Puskesmas Marina Permai,” ungkapnya.

Layanan rumah oksigen di Palangkaraya ke depan diupayakan dapat beroperasi hingga malam hari. Bahkan, secara bertahap menuju layanan 24 jam menyesuaikan ketersediaan tenaga kesehatan.  

“Kami memastikan 11 puskesmas dan kantor-kantor kelurahan ke depannya bisa melayani hingga malam atau 24 jam,” ungkapnya.

Pemkot Palangkaraya juga mengoptimalkan layanan Call Center 112 untuk membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat. Termasuk rujukan ke rumah sakit akibat dampak kabut asap.

“Kalau ada kondisi mendesak yang memerlukan rujukan, data sudah ada dan tinggal menghubungi 112,” ujar Fairid.

(Silvana Febiari)