PM Irlandia: Komunitas Internasional Telah Gagal Lindungi Palestina

Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin. Foto: Anadolu

PM Irlandia: Komunitas Internasional Telah Gagal Lindungi Palestina

Muhammad Reyhansyah • 25 September 2026 20:19

New York: Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin mengatakan, komunitas internasional telah gagal terhadap rakyat Palestina. 

Ia memperingatkan kekerasan yang terus berlangsung, pembatasan bantuan kemanusiaan, dan perluasan permukiman Israel mengancam prospek perdamaian yang berkelanjutan.

Dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat, pada Kamis, 24 September 2026, Martin mengatakan tatanan hukum internasional berada di bawah “tekanan luar biasa”.

“Penolakan terhadap hak asasi manusia mendasar jutaan orang di seluruh dunia tetap menjadi salah satu tantangan utama zaman kita,” kata Martin, dikutip dari Anadolu.

Martin menyambut fase pertama rencana perdamaian Gaza yang disepakati Israel dan Hamas pada Oktober lalu. Namun, ia mengatakan kesepakatan tersebut belum mengubah kondisi di lapangan secara mendasar.

Ia menyoroti serangan Israel yang masih berlangsung, pembatasan bantuan kemanusiaan, serta penderitaan warga sipil.

“Kami, komunitas internasional secara kolektif, telah gagal terhadap Palestina,” kata Martin, merujuk pada penderitaan warga sipil yang terus berlangsung di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

“Ketika kebenaran sepenuhnya mengenai apa yang telah terjadi dan masih terjadi di Gaza akhirnya diketahui, ketika bukti dikumpulkan, ketika kesaksian didengar, ketika kengerian yang sebenarnya akhirnya terungkap sepenuhnya, hal itu akan mempermalukan dunia. Tidak seorang pun akan dapat mengatakan bahwa kami tidak tahu,” ujarnya.

Soroti Perluasan Permukiman Israel

Martin mengecam perluasan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. Menurutnya, perkembangan tersebut mengikis prospek tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

“Apa yang kita saksikan di lapangan adalah upaya yang disengaja oleh sebagian pihak untuk membuat prospek solusi dua negara menjadi mustahil. Ini bukan teori konspirasi gila. Ini adalah niat yang dinyatakan oleh Perdana Menteri Israel (Benjamin Netanyahu),” kata Martin.

Ia mengutip pernyataan yang dikaitkan dengan Netanyahu mengenai penolakan terhadap pembentukan negara Palestina, serta persetujuan Israel terhadap pembangunan di wilayah E1 di Tepi Barat yang diduduki.

Martin juga kembali menegaskan dukungan Irlandia terhadap Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Menurutnya, tidak boleh ada impunitas untuk kejahatan perang. Ia juga menyerukan agar langkah-langkah yang bertujuan melemahkan ICC ditarik kembali.

(Fajar Nugraha)