Menteri Luar Negeri RI Sugiono. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Reyhansyah
Situasi Masih Terkendali, Menlu Sebut WNI Belum Perlu Dievakuasi dari Iran
Muhammad Reyhansyah • 14 January 2026 18:06
Jakarta: Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa pemerintah belum melihat kebutuhan untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran, meski negara tersebut tengah dilanda gelombang demonstrasi besar akibat krisis ekonomi dan tuntutan politik.
Menurut Menlu Sugiono, hingga saat ini situasi di sejumlah kota yang menjadi tempat tinggal WNI masih relatif terkendali. Ia menjelaskan bahwa tidak semua wilayah di Iran menjadi titik utama unjuk rasa, sehingga belum ada indikasi darurat yang mengharuskan dilakukan evakuasi.
Terdapat 386 WNI yang berada di Iran. Sebagian besar dari mereka merupakan pelajar yang terkonsentrasi di kota Qom dan Isfahan.
Menlu Sugiono mengakui bahwa komunikasi dengan Iran saat ini tidak selalu berjalan mulus di tengah situasi yang dinamis. Namun laporan terakhir yang diterimanya menunjukkan bahwa hanya sedikit WNI yang terdampak langsung oleh gelombang demonstrasi.
“Dari informasi terakhir yang saya terima, karena kebanyakan WNI kita di sana adalah pelajar yang terkonsentrasi di Qom dan Isfahan, tidak banyak yang terdampak. Tapi kita tetap melihat dinamikanya,” ujar Sugiono.
Meski belum memutuskan evakuasi, Sugiono menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Ia meminta seluruh WNI di Iran untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi, dan menghindari lokasi-lokasi yang menjadi pusat unjuk rasa.
“Saya juga sudah menyampaikan kepada duta besar kita di Teheran untuk mempersiapkan langkah-langkah jika sewaktu-waktu evakuasi itu perlu dilakukan,” tegas Sugiono.
Sebelumnya, demonstrasi di Iran pecah sejak Desember lalu setelah nilai tukar rial anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah. Aksi yang bermula dari protes ekonomi itu kemudian meluas menjadi tuntutan kebebasan politik, dengan unjuk rasa terjadi di berbagai kota.
Human Rights Activists News Agency (HRANA), mencatat bahwa aksi protes yang meluas di Iran telah menewaskan lebih dari dua ribu orang. Hingga Selasa, 13 Januari 2026, total korban meninggal yang terverifikasi mencapai sedikitnya 2.003 jiwa.