Koalisi 22 Negara Siap Amankan Selat Hormuz di Tengah Pembatasan Iran

Selat Hormuz jadi perairan penting dalam rute perdagangan minyak global. (Anadolu Agency)

Koalisi 22 Negara Siap Amankan Selat Hormuz di Tengah Pembatasan Iran

Willy Haryono • 22 March 2026 15:45

Abu Dhabi: Koalisi 22 negara yang dipimpin Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, serta sejumlah negara Barat menyatakan kesiapan untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Langkah bersama ini diambil sebagai respons atas pembatasan yang diberlakukan Iran terhadap lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut, yang merupakan salah satu koridor energi paling vital di dunia.

Dilansir dari Yeni Safak, Minggu, 22 Maret 2026, koalisi tersebut terdiri dari UEA, Bahrain, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Selandia Baru, Denmark, Latvia, Slovenia, Estonia, Norwegia, Swedia, Finlandia, Republik Ceko, Rumania, Lithuania, dan Australia.

Dalam pernyataan bersama, negara-negara tersebut mengecam tindakan Iran yang disebut melakukan serangan terhadap kapal komersial tak bersenjata serta infrastruktur sipil, termasuk fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk.

Mereka juga menyampaikan keprihatinan atas eskalasi konflik, serta mendesak Iran untuk segera menghentikan ancaman, pemasangan ranjau laut, serta serangan drone dan rudal.

Koalisi menegaskan bahwa kebebasan navigasi merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar dalam hukum internasional, merujuk pada Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS). Mereka memperingatkan bahwa gangguan terhadap jalur pelayaran global dapat berdampak serius pada perekonomian dunia, terutama bagi negara-negara rentan.

Iran sebelumnya mengumumkan pembatasan pada 2 Maret, dengan menyatakan bahwa kapal yang melintas tanpa koordinasi akan menjadi target. Kebijakan tersebut disebut sebagai respons atas serangan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari.

Sebelum krisis, sekitar 20 juta barel minyak per hari melewati Selat Hormuz, menjadikannya jalur kunci bagi pasar energi global. Ketegangan saat ini telah mendorong lonjakan biaya pengiriman dan asuransi.

Koalisi juga menyambut langkah Badan Energi Internasional (IEA) yang mengoordinasikan pelepasan cadangan minyak strategis, serta menyatakan akan mengambil langkah tambahan bersama negara produsen untuk menjaga stabilitas pasar energi.

Mereka menegaskan bahwa keamanan maritim dan kelancaran perdagangan merupakan kepentingan bersama, serta menyerukan semua negara untuk mematuhi hukum internasional dan menjaga stabilitas kawasan.

Baca juga:  Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Segera Dibuka

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)