Wall Street Raup Cuan saat Trump Bilang akan Akhiri Perang AS-Iran

Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Mentarimulia.co.id

Wall Street Raup Cuan saat Trump Bilang akan Akhiri Perang AS-Iran

Husen Miftahudin • 10 March 2026 08:34

New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), pulih dari kerugian besar di awal sesi. Indikasi potensi berakhirnya serangan AS-Israel yang sedang berlangsung di Iran memicu penurunan tajam harga minyak global.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 10 Maret 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,5 persen, menjadi 47.740,8. Indeks S&P 500 bertambah 0,83 persen menjadi 6.795,99. Indeks Nasdaq Composite meningkat sebesar 1,38 persen, menjadi 22.695,95.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir positif. Sektor teknologi dan layanan komunikasi memimpin kenaikan, masing-masing naik 1,8 persen dan 1,13 persen. Sementara itu, sektor keuangan dan energi memimpin penurunan, masing-masing turun 0,52 persen dan 0,43 persen.
 
Pasar secara keseluruhan berbalik positif pada perdagangan sore hari menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan perang dengan Iran dapat berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. "Perang ini sudah sangat selesai, hampir sepenuhnya," tutur Trump.
 
Perkembangan geopolitik memicu perubahan dramatis di pasar energi. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, yang telah melonjak melewati USD119 per barel dalam perdagangan semalam untuk pertama kalinya sejak 2022, ditutup pada USD94,77 per barel.
 
Penurunan harga minyak yang tiba-tiba langsung melegakan saham-saham sektor perjalanan dan rekreasi, yang sangat sensitif terhadap biaya bahan bakar.
 

Baca juga: Kontrak Berjangka Wall Street Merosot Gegara Kenaikan Harga Minyak


(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
 

Pergerakan saham

 
Saham maskapai penerbangan utama AS, termasuk Delta Air Lines, United Airlines, dan American Airlines, bersama dengan operator kapal pesiar seperti Norwegian Cruise Line, Carnival, dan Royal Caribbean, menghapus kerugian sebelumnya dan berakhir lebih tinggi.
 
Di sektor teknologi, ketujuh saham utama 'Magnificent Seven' pulih dari penurunan awal dan mencatatkan kenaikan. Selain itu, produsen chip memori mengalami pergerakan naik yang signifikan, dengan SanDisk dan Western Digital masing-masing naik hampir 12 persen dan tujuh persen.
 
Terlepas dari optimisme sesi tersebut, beberapa pakar pasar memperingatkan investor mungkin meremehkan risiko resesi ekonomi yang lebih luas atau koreksi pasar saham.
 
Analis di Deutsche Bank mencatat serangkaian guncangan global yang terus menerus selama empat tahun terakhir telah membuat investor agak kurang peka terhadap gangguan jangka pendek, sehingga posisi ekuitas secara keseluruhan sedikit di bawah netral.
 
Sebaliknya, analis di Morgan Stanley menawarkan pandangan yang lebih optimis, memperkirakan ekuitas AS kemungkinan akan tetap positif setidaknya selama satu tahun lagi meskipun risiko geopolitik meningkat. "Kami pikir kita lebih dekat ke akhir koreksi bergulir ini daripada ke awal dan tetap optimis selama 6-12 bulan ke depan," kata para analis.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)