Jelang Nyepi dan Idulfitri 2026, Bulog Bali Pastikan Stok Beras Aman

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Jelang Nyepi dan Idulfitri 2026, Bulog Bali Pastikan Stok Beras Aman

Lukman Diah Sari • 11 March 2026 12:51

Denpasar: Perum Bulog Bali memastikan ketersediaan beras cadangan pemerintah mencukupi untuk menghadapi dua hari besar keagamaan, yakni Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026. Pimpinan Wilayah Bulog Bali M Anwar mengatakan stok beras yang tersedia saat ini dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

“Kita akan menghadapi Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tidak lama lagi kira-kira 10 hari lagi, yang bisa kami sampaikan ketersediaan stok khususnya beras cadangan pemerintah sangat cukup, sangat aman,” kata Anwar di Denpasar, Rabu, 10 Maret 2026, melansir Antara.

Bulog Bali mencatat total stok beras cadangan pemerintah mencapai 15.000 ton. Dengan asumsi kebutuhan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta bantuan pangan sekitar 6.000 ton per bulan, persediaan tersebut dinilai mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 2,5 bulan.

“Kalau untuk menghadapi hari raya kan tahun lalu juga berdekatan Nyepi dengan Idul Fitri, Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (beras SPHP) sendiri rata-rata sebulan di Bali itu kurang lebih tersalurkan 1.000 ton, kemudian kita punya kebutuhan terhadap bantuan pangan sehingga total kebutuhan sebulan 6.000 ton,” ujar dia.


Ilustrasi. Foto: Dok MI

Selain mengandalkan stok yang tersedia, Bulog Bali juga terus menyerap produksi beras dari petani lokal. Rata-rata penyerapan mencapai sekitar 60 ton per hari atau sekitar 1.800 ton per bulan di luar musim panen raya.

Bulog mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebih menjelang hari raya karena ketersediaan beras dipastikan cukup. Menurut Anwar, keberadaan beras SPHP juga menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.

“Ini menjadi sebuah instrumen, alat pemerintah untuk memberi pilihan kepada masyarakat bahwa ada beras yang murah dan stok kita aman, terus kami distribusikan dan sudah ditetapkan oleh pemerintah yang khususnya difokuskan diutamakan adalah pasar rakyat atau pasar tradisional,” kata Anwar.

Saat ini beras SPHP dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kilogram. Bulog mencatat permintaan beras SPHP tertinggi berada di Kabupaten Tabanan, Buleleng, dan Kota Denpasar.

Selain beras, Bulog Bali juga mendistribusikan minyak goreng MinyaKita dengan HET Rp15.700 per liter untuk membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok lainnya.

“Untuk menekan inflasi kami terus bersama bersinergi dengan pemerintah daerah, dinas terkait untuk menyelenggarakan gerakan pangan murah, selain itu kami juga melalui saluran-saluran lain yaitu saluran jaringan kita, kemudian melalui Rumah Pangan Kita (RPK) kita yang ada di pasar rakyat,” jelas dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)