Trump Sebut Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Kesalahan Besar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: The White House/Viory

Trump Sebut Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Kesalahan Besar

Muhammad Reyhansyah • 10 March 2026 12:51

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, dan menyebut keputusan tersebut sebagai “kesalahan besar”.

“Saya tidak tahu apakah itu akan bertahan lama, saya pikir mereka membuat kesalahan,” kata Trump kepada NBC News dan dikutip TRT World, Selasa, 10 Maret 2026.

Sebelumnya, ia juga mengatakan kepada New York Post bahwa dirinya “tidak senang” dengan pilihan tersebut.

Trump juga mengatakan bahwa pemimpin baru Iran itu “harus mendapatkan persetujuan dari kami”.

Secara terpisah, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump secara pribadi memberi tahu para penasihatnya bahwa ia terbuka terhadap kemungkinan membunuh Khamenei jika pemimpin Iran itu menolak memenuhi tuntutan Amerika Serikat.

Tuntutan tersebut termasuk pembongkaran program pengembangan nuklir Iran, menurut laporan yang mengutip pejabat AS saat ini dan mantan pejabat.

Gedung Putih menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Mojtaba Khamenei, 56 tahun, pada Minggu menjadi pemimpin tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi 1979, menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan udara AS–Israel di kompleksnya di Tehran pada 28 Februari setelah memegang jabatan tersebut selama 37 tahun.

Trump juga tidak menutup kemungkinan penyitaan minyak Iran, tetapi mengatakan masih terlalu dini untuk membahas langkah tersebut.

“Orang-orang tentu telah membicarakannya,” kata Trump, merujuk pada preseden di Venezuela ketika Amerika Serikat memperoleh lebih dari 80 juta barel minyak setelah menangkap pemimpinnya, Nicolás Maduro, awal tahun ini.

“Masih terlalu dini untuk membicarakan hal itu,” tambahnya terkait Iran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)