Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: The White House/Viory
Trump Optimis Perang Segera Usai saat Iran Sumpah Setia pada Mojtaba Khamenei
Muhammad Reyhansyah • 10 March 2026 14:33
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan perang di Timur Tengah bisa segera berakhir, meskipun kalangan garis keras di Iran menunjukkan dukungan kuat terhadap pemimpin tertinggi baru mereka.
Pernyataan tersebut muncul ketika Iran menggelar aksi massa untuk menunjukkan loyalitas kepada Pemimpin Tertinggi baru Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin sebelumnya Ali Khamenei yang tewas dalam serangan Israel pada hari pertama perang.
“Ini akan selesai cukup cepat,” kata Trump kepada para legislator Partai Republik.
“Kami sudah menang dalam banyak hal, tetapi kami belum menang sepenuhnya,” lanjutnya.
Namun Trump tidak menjelaskan secara rinci seperti apa bentuk kemenangan yang dimaksud dalam perang tersebut.
Loyalitas kepada Pemimpin Baru
Dilansir dari Asia One, Selasa, 10 Maret 2026, media pemerintah Iran menayangkan gambar kerumunan besar di sejumlah kota yang menggelar aksi dukungan terhadap Mojtaba Khamenei.Di kota Isfahan, televisi pemerintah melaporkan terdengar ledakan dari serangan udara di dekat lokasi ketika para pendukung berkumpul di Lapangan Imam.
Para peserta aksi juga membawa bendera Iran serta potret Ali Khamenei dan Mojtaba Khamenei. Dalam pernyataan terpisah, militer Iran menegaskan akan meningkatkan serangan rudal sebagai bentuk perlawanan terhadap serangan yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel.
Sejumlah institusi politik dan militer Iran juga menyatakan kesetiaan kepada pemimpin baru tersebut.
“Kami akan mematuhi panglima tertinggi hingga tetes darah terakhir,” demikian bunyi pernyataan dewan pertahanan Iran.
Warga Iran sendiri dilaporkan terbelah. Sebagian menyambut penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai simbol perlawanan, sementara yang lain khawatir hal itu akan memupus harapan perubahan politik.
Perang Guncang Pasar Energi Dunia
Perkembangan konflik memicu gejolak di pasar global. Harga minyak melonjak tajam sementara pasar saham sempat jatuh sebelum kembali stabil setelah komentar Trump mengenai kemungkinan berakhirnya perang.Perang juga membuat jalur energi penting dunia, Selat Hormuz, praktis tidak dapat dilalui selama lebih dari sepekan, menyebabkan kapal tanker minyak tertahan dan produsen energi mengurangi produksi.
Harga minyak Brent sempat melonjak sekitar tujuh persen dan mencapai level tertinggi sejak 2022 setelah sempat naik hingga hampir 29 persen dalam satu sesi perdagangan.
Trump juga mengatakan Amerika Serikat dapat melonggarkan sanksi terkait minyak bagi beberapa negara setelah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, guna mengatasi potensi kekurangan pasokan energi.
Serangan dan Korban Terus Bertambah
Sementara itu, serangan udara juga menghantam kilang minyak di Tehran, memicu asap hitam tebal yang menyelimuti sebagian kota.Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan bahwa kebakaran tersebut berpotensi mencemari air, makanan, dan udara.
Turki juga melaporkan sistem pertahanan udara NATO menembak jatuh rudal balistik yang ditembakkan dari Iran dan memasuki wilayah udaranya.
Israel mengatakan telah melancarkan serangan baru di Iran tengah serta menyerang ibu kota Lebanon, Beirut, setelah kelompok bersenjata Hezbollah meluncurkan serangan lintas perbatasan.
Menurut duta besar Iran untuk PBB, serangan Amerika Serikat dan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.332 warga sipil Iran dan melukai ribuan lainnya.
Di Lebanon, lebih dari 400 orang dilaporkan tewas dan hampir 700.000 orang mengungsi akibat konflik yang terus meluas.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com