Ilustrasi. Foto: Media Center Provinsi Maluku.
Waspada Tindakan Scam Online, Simak Ciri serta Cara Terhindar Penipuan
Husen Miftahudin • 11 January 2026 15:15
Jakarta: Perkembangan teknologi komunikasi yang semakin masif saat ini tentu banyak mendorong tindakan kejahatan yang semakin beragam salah satunya tindakan scam. Sebagian orang tentu pernah mendengar kasus kejahatan seperti ini yang biasanya mengambil data milik orang lain untuk dimanfaatkan untuk merugikan penggunanya dan mengambil keuntungan.
Secara sederhana istilah scam ini merupakan segala bentuk kejahatan ataupun penipuan yang dilakukan pada dunia maya atau online. Tindakan ini biasanya menawarkan janji palsu dan penawaran yang terlihat meyakinkan, selain itu peran emosi menjadi sentral pada tindakan kejahatan tersebut.
Pada dunia digital saat ini, tindakan scam dapat terjadi dengan berbagai cara seperti melalui surat elektronik (surel), pesan singkat, situs web, dan sebagainya.
Ciri-ciri scam
Melansir Traveloka, berikut beberapa ciri-ciri tindakan scam yang perlu menjadi perhatian Anda dan patut dicurigai sebagai berikut.
1. Iming-iming keuntungan fantastis
Penipu kerap menggunakan umpan berupa keuntungan besar dalam waktu singkat atau hadiah mewah tanpa syarat yang masuk akal. Taktik ini sengaja menyasar sisi emosional dan keserakahan seseorang agar nalar sehat terabaikan.2. Manipulasi psikologis (rasa urgensi)
Scammer sering menciptakan situasi "darurat" atau batas waktu yang sangat sempit. Tujuannya adalah agar korban merasa panik dan terdesak untuk segera mengambil keputusan tanpa sempat melakukan verifikasi atau berpikir jernih.3. Pengumpulan data pribadi dan sensitif
Modus klasik penipuan adalah meminta informasi rahasia seperti nomor rekening, PIN, kode OTP, atau data kartu kredit dengan dalih administratif.4. Kualitas komunikasi yang meragukan
Pesan penipuan seringkali mengandung kesalahan ejaan, tata bahasa yang berantakan, atau penggunaan tanda baca yang berlebihan. Hal ini biasanya terjadi karena penggunaan mesin penerjemah otomatis atau kurangnya profesionalisme dari pihak penipu.5. Testimoni palsu dan anonimitas
Penipu sering membanjiri laman mereka dengan testimoni sukses fiktif untuk membangun kepercayaan semu. Disisi lain, mereka biasanya tidak menyediakan alamat kantor yang valid, nomor layanan pelanggan resmi, atau identitas perusahaan yang dapat dilacak secara hukum.Selain itu, terdapat tindakan kejahatan lainnya yang biasa ditemui, di antara lain mengatasnamakan instansi resmi, yang seringkali mengintai dengan telepon atau WhatsApp. Selain itu juga praktik memberikan link palsu juga sering dilakukan, yang membuat Anda tidak berhati-hati, semua data akan terambil.
| Baca juga: Investasi Bodong Mengintai! Ini Modus Scam Telegram Palsu |

(Ilustrasi penipuan online. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M)
Langkah strategis lindungi diri dari ancaman cyber-scam
Kejahatan siber (scam) bukan sekadar ancaman terhadap dompet Anda, melainkan juga serangan terhadap privasi dan identitas digital. Sekali data sensitif seperti akses perbankan bocor, dampak kerugiannya bisa bersifat jangka panjang. Oleh karena itu, membangun benteng pertahanan digital yang kuat adalah sebuah keharusan. Untuk itu, simak cara ampuh yang dapat dilakukan.
1. Validasi melalui jalur resmi
Jangan mudah percaya pada pesan atau email yang masuk secara tiba-tiba. Sebelum melakukan instruksi apapun, lakukan verifikasi mandiri melalui kanal komunikasi resmi (situs web berawalan https, nomor call center resmi, atau akun media sosial yang terverifikasi). Abaikan nomor telepon pribadi yang mengaku sebagai perwakilan instansi.2. Perkuat proteksi perangkat digital
Gunakan lapisan keamanan tambahan dengan menginstal perangkat lunak antivirus dan firewall yang bereputasi. Pastikan sistem operasi dan aplikasi Anda selalu diperbarui (update) secara berkala, karena pembaruan tersebut biasanya membawa "tambalan" untuk celah keamanan yang sering diincar oleh peretas.3. Jaga kerahasiaan data sensitif (prinsip zero trust)
Terapkan prinsip tidak mudah percaya kepada siapapun yang meminta data pribadi. Hindari mengirimkan foto KTP atau melakukan selfie dengan KTP untuk pihak yang legalitasnya meragukan.Rahasiakan Kode OTP, PIN, dan kata sandi. Pihak bank atau perusahaan resmi tidak akan pernah meminta data tersebut melalui percakapan telepon atau pesan singkat.