Ilustrasi logo Bank Indonesia. Foto: dok MI.
Wajib Tahu, Ini Tugas dan Fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral
Ade Hapsari Lestarini • 7 January 2026 16:14
Jakarta: Bank sentral memegang peran vital sebagai fondasi stabilitas ekonomi suatu negara. Di Indonesia, lembaga ini diemban oleh Bank Indonesia (BI), yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan, dan kelancaran sistem pembayaran nasional.
Pengertian dan posisi bank sentral
Bank sentral merupakan lembaga tertinggi negara yang dibentuk pemerintah dengan tugas utama mengatur, menjaga, dan memelihara kestabilan ekonomi nasional. Dalam menjalankan fungsinya, Bank Indonesia berperan sebagai otoritas moneter, pengatur perbankan, sekaligus pengawas sistem pembayaran.
Stabilitas moneter dan stabilitas keuangan dipandang sebagai dua aspek yang tidak terpisahkan, karena keberhasilan menjaga stabilitas moneter tanpa diikuti stabilitas sistem keuangan dinilai tidak akan cukup mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Peran utama BI
Sebagai bank sentral, BI memiliki lima peran utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan:
- Menjaga Stabilitas Moneter: BI menetapkan kebijakan moneter melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka dengan menerapkan inflation targeting framework untuk menciptakan stabilitas harga.
- Menciptakan Kinerja Lembaga Keuangan yang Sehat: Melalui mekanisme pengawasan dan regulasi, BI menjaga kesehatan sektor perbankan yang memiliki pangsa dominan dalam sistem keuangan Indonesia.
- Mengatur dan Menjaga Sistem Pembayaran: BI mengembangkan mekanisme pengaturan untuk mengurangi risiko dalam sistem pembayaran, termasuk penerapan sistem Real Time Gross Settlement (RTGS) untuk meningkatkan keamanan dan kecepatan transaksi.
- Fungsi Riset dan Pemantauan: Melalui pemantauan macroprudential, BI dapat memonitor kerentanan sektor keuangan dan mendeteksi potensi guncangan yang berdampak pada stabilitas sistem keuangan.
- Jaring Pengaman Sistem Keuangan: BI berfungsi sebagai lender of the last resort (LoLR) yang menyediakan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis untuk menghindari ketidakstabilan sistemik.
.jpeg)
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia. Foto: dok BI
Tugas pokok BI
Dalam menjalankan perannya, bank sentral mengemban tiga tugas pokok:
- Menyusun dan Menetapkan Kebijakan Moneter: BI bertugas menetapkan kebijakan moneter, termasuk pengaturan suku bunga yang berdampak pada jumlah uang beredar, inflasi, dan nilai tukar mata uang.
- Mengawasi dan Mengatur Sistem Perbankan: Semua bank di Indonesia berada di bawah pengawasan BI, yang menetapkan kebijakan makroprudensial untuk mencegah risiko sistemik dan menjaga ekosistem perbankan tetap sehat.
- Memastikan Sistem Pembayaran Berjalan Lancar: BI wajib memastikan sistem pembayaran berjalan lancar, baik tunai maupun nontunai, termasuk mengembangkan inovasi seperti QRIS untuk memudahkan transaksi masyarakat.
Fungsi pendukung bank sentral
Selain tugas pokok, bank sentral juga memiliki fungsi pendukung:
- Melakukan pengawasan perbankan dengan bantuan lembaga terkait.
- Memelihara cadangan devisa negara untuk kebutuhan dalam negeri dan transaksi internasional.
- Mengontrol jumlah uang beredar dengan menjaga cadangan kas bank umum.
- Berperan sebagai agen, bankir, dan penasihat pemerintah dalam urusan finansial.
- Memproduksi uang kartal dan melaksanakan kliring untuk bank umum.
Dengan peran, tugas, dan fungsi yang komprehensif ini, Bank Indonesia menjadi penjaga utama stabilitas ekonomi nasional, mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, dan melindungi sistem keuangan dari berbagai guncangan. (Muhammad Adyatma Damardjati)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com