Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Serangan Drone yang Tewaskan Dua Orang

Pasukan Ukraina gunakan meriam melawan Rusia. Foto: Anadolu

Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Serangan Drone yang Tewaskan Dua Orang

Muhammad Reyhansyah • 14 February 2026 08:07

Moskow: Rusia dan Ukraina pada Jumat, 13 Februari 2026 saling menuding sebagai pelaku serangan udara yang menewaskan dua orang dan melukai sembilan lainnya.

Gubernur Odesa, Oleh Kiper menyatakan, melalui Telegram bahwa satu orang tewas dan enam lainnya terluka akibat serangan malam hari di wilayah tersebut.

“Sebagai akibat dari serangan malam musuh di wilayah Odesa, satu orang tewas dan enam lainnya terluka,” kata Kiper, dikutip dari Anadolu, Jumat, 13 Februari 2026.

Ia menyebut tiga korban luka dalam kondisi serius. Serangan drone semalam dilaporkan menyasar fasilitas pelabuhan, kawasan permukiman, area industri, serta infrastruktur energi.

“Gudang pupuk rusak di pelabuhan,” ujar Kiper. Ia juga mengatakan puing-puing drone yang berhasil ditembak jatuh dilaporkan menghantam area dealer mobil dan sebuah sanatorium, sementara dua drone lainnya mengenai dua bangunan tempat tinggal.

“Kebakaran yang timbul akibat serangan segera dipadamkan oleh tim penyelamat. Layanan darurat dan kota bekerja di lokasi kejadian,” tambah Kiper.

Secara terpisah, Gubernur Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, dalam pernyataan pagi hari mengatakan satu orang tewas akibat serangan drone terhadap kota Orikhiv yang berada dekat garis depan.

Angkatan Udara Ukraina mengklaim bahwa berdasarkan data awal, sistem pertahanan udaranya berhasil menjatuhkan 111 dari total 154 drone yang diluncurkan Rusia semalam.

Di pihak lain, Gubernur wilayah Krasnodar di Rusia selatan, Andrey Bocharov, menyatakan melalui Telegram bahwa Kementerian Pertahanan Rusia sedang menangkis serangan “besar-besaran” yang menargetkan bangunan permukiman dan infrastruktur industri di wilayah tersebut.

Ia melaporkan kerusakan pada rumah-rumah pribadi di kota Volgograd dan sejumlah wilayah sekitarnya. Tiga orang dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Puing-puing drone dilaporkan jatuh di area beberapa perusahaan industri di kota dan wilayah tersebut,” katanya tanpa memberikan rincian tambahan.

Bocharov menambahkan bahwa layanan darurat dan pemerintah daerah telah diperintahkan untuk menilai tingkat kerusakan, menangani dampak serangan, memberikan bantuan kepada korban, serta menyiapkan pusat akomodasi sementara.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa sistem pertahanan udaranya menembak jatuh 58 drone Ukraina semalam, termasuk 43 yang dihancurkan di atas wilayah Volgograd.

Moskow dan Kyiv secara rutin saling menuduh melakukan serangan terhadap infrastruktur energi, di tengah negosiasi perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang akan memasuki tahun kelima pada akhir bulan ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)