BPBD Kabupaten Gowa bersama petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan di wilayah terdampak kebakaran. Dokumentasi/ Pusdalops BPBD Kab. Gowa
Kekeringan dan Karhutla Melanda Sejumlah Wilayah Sulsel
Silvana Febiari • 11 September 2026 17:15
Wajo: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel). Kondisi tersebut berdampak pada ribuan warga, lahan persawahan, hingga kawasan yang terdampak kebakaran.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan kekeringan berdampak pada 724 kepala keluarga (KK) atau 2.292 jiwa di 13 kecamatan di Kabupaten Wajo.
"Kejadian tersebut berdampak pada 13 kecamatan dengan 56 desa dan 17 kelurahan, di antaranya Kecamatan Tempe, Tanasitolo, Majauleng, Pammana, Sabbangparu, Gilireng, Sajoanging, Pitumpanua, Maniangpajo, Penrang, Keera, dan Takkalalla," kata Berton dalam keterangan tertulis, Jumat, 11 September 2026.
Berkurangnya debit sumber air bersih membuat BPBD Wajo bersama petugas gabungan mengaktifkan posko darurat dan menyalurkan bantuan air bersih. Hingga Kamis, 10 September 2026, sebanyak 84.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada warga terdampak.
"Terdiri atas 17 tangki sebanyak 81.000 liter dan dua tandon sebanyak 3.000 liter, dengan penerima manfaat sebanyak 724 KK atau 2.292 jiwa," ungkap Berton.
Pada hari yang sama, kekeringan juga terjadi di Kabupaten Sinjai. Kondisi tersebut berdampak pada sekitar 314 hektare lahan persawahan di Kecamatan Sinjai Barat akibat kekurangan suplai air.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," tutur Berton.
BPBD Sinjai berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menangani kekeringan. Kebutuhan mendesak meliputi pompa air, pipa distribusi, dan bahan bakar.

BPBD Kabupaten Gowa bersama petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan di wilayah terdampak kebakaran. Dokumentasi/ Pusdalops BPBD Kab. Gowa
Sementara itu, kebakaran terjadi di Kabupaten Gowa, pada pukul 13.00 WITA, Kamis, 10 September 2026. Lokasi terdampak meliputi Kecamatan Parigi, Pattallassang, dan Bontomarannu, dengan luas lahan terbakar sekitar 6 hektare.
"BPBD Kabupaten Gowa bersama TRC BPBD menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, pemadaman, dan pendinginan. Api telah berhasil dipadamkan," ujar Berton.
Sehari sebelumnya, karhutla terjadi di Kabupaten Enrekang, sekitar pukul 22.10 WITA. Kebakaran membakar sekitar 5 hektare lahan di Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja.
"BPBD Kabupaten Enrekang berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan pemadaman," kata Berton.
Hingga pukul 04.00 WITA, api telah berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

BPBD Kabupaten Gowa bersama petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan di wilayah terdampak kebakaran. Dokumentasi/ Pusdalops BPBD Kab. Gowa
Menyikapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Khususnya wilayah yang menghadapi kekeringan dan potensi karhutla.
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta memastikan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dilakukan secara aman. Jika menemukan titik api atau kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada BPBD atau instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat.
"Bagi masyarakat di wilayah terdampak kekeringan, penggunaan air bersih secara bijak perlu terus dilakukan dengan mendahulukan kebutuhan pokok," tambah Berton.
Kebutuhan mendesak di lapangan juga dapat disampaikan kepada BPBD setempat agar penanganan dan dukungan dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat terdampak. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan dan penanganan kejadian bencana.