Gelombang Panas Ancam Perparah Kebakaran Hutan Raksasa di Bordeaux

Petugas pemadam kebakaran Prancis berupaya padamkan api. Foto: Anadolu

Gelombang Panas Ancam Perparah Kebakaran Hutan Raksasa di Bordeaux

Fajar Nugraha • 30 July 2026 12:05

Paris: Petugas pemadam kebakaran pada Rabu, 29 Juli 2026 terus berupaya mengendalikan kebakaran hutan besar di wilayah Gironde, barat daya Prancis, yang telah membakar area empat kali lebih luas dari Kota Paris.

Suhu diperkirakan mencapai 40  derajat Celsius sehingga berpotensi menghidupkan kembali titik api yang sempat mereda semalaman.

Otoritas Gironde menyatakan api tidak meluas pada malam sebelumnya, tetapi cuaca panas dan angin kencang diperkirakan dapat menyebarkan bara api ke luar sekat kebakaran. Lebih dari 2.200 petugas pemadam dan lebih dari 20 pesawat pemadam tetap dikerahkan dengan dukungan tim dari berbagai wilayah Prancis serta negara-negara Eropa.

Komandan pemadam kebakaran Gironde, Matthieu Jomain, mengatakan tim akan segera menangani setiap kemunculan titik api baru. “Kami bergerak cepat dan bertindak tegas terhadap setiap kepulan asap baru,” ujarnya, dikutip dari media ABC News, Rabu, 29 Juli 2026.

Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez mengatakan kebakaran besar di wilayah Landes dan Var telah berhasil dihentikan, sehingga Gironde kini menjadi lokasi kebakaran hutan terbesar yang masih berlangsung di Prancis. Kebakaran tersebut sebelumnya memaksa sekitar 220.000 orang mengungsi, meski puluhan ribu di antaranya kini telah diizinkan kembali ke rumah.

Météo-France memperingatkan Rabu menjadi hari terpanas dan terkering dalam sepekan, dengan risiko kebakaran tinggi di seluruh wilayah Prancis. Kekeringan kini melanda daratan utama Prancis dan Korsika, sementara asap dari kebakaran di Gironde dan Landes turut memperburuk kualitas udara.

Pada Selasa, 28 Juli 2026, pemerintah kembali mengevakuasi 4.000 orang dari kawasan wisata di pesisir Atlantik, meski sekitar 60.000 warga di tiga pinggiran Bordeaux diizinkan pulang karena wilayah mereka tidak terdampak api. Prefek Gironde Sophie Brocas mengingatkan, “Situasinya masih rumit. Jelas, kami belum sepenuhnya keluar dari ancaman.”

Dampak kebakaran juga mulai dirasakan sektor pariwisata Bordeaux di tengah musim liburan. Pengelola Château du Grand Verdus, Edouard le Grix de la Salle, mengkritik imbauan pemerintah agar wisatawan menghindari kawasan tersebut karena dinilai mengancam industri wisata anggur setempat.

Di Spanyol, puluhan ribu warga mulai kembali ke rumah setelah kondisi kebakaran di sekitar Madrid dan Ávila membaik. Namun, sekitar 10.000 orang masih mengungsi di Castellón karena kebakaran belum terkendali dan negara itu bersiap menghadapi gelombang panas keempat musim panas ini.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat lebih dari 1.160 kilometer persegi lahan telah terbakar sepanjang tahun ini. Layanan iklim Copernicus Uni Eropa menyebut Eropa sebagai benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia, dengan suhu meningkat lebih dari dua kali rata-rata global sehingga memperparah kebakaran hutan di Prancis dan Spanyol.

(Keysa Qanita)

(Fajar Nugraha)