Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Yulza Romadhoni Putra memimpin operasi penindakan parkir liar di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Rabu (5/8/2026). ANTARA/HO-Sudinhub Jakut
Tertibkan Parkir Liar di Sunter Agung, Sudinhub Jakut Tindak Puluhan Motor
Achmad Zulfikar Fazli • 5 August 2026 21:18
Jakarta: Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara menindak tegas puluhan motor yang kedapatan parkir liar di sepanjang Jalan Sunter Karya, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok. Penindakan dilakukan untuk mengurai kemacetan dan mengembalikan fungsi fasilitas umum.
"Total ada 27 kendaraan yang kedapatan parkir pada area terlarang dan penertiban ini dilakukan untuk mengurai kemacetan serta mengembalikan fungsi fasilitas umum dan trotoar bagi pejalan kaki," kata Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Yulza Romadhoni Putra, di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut dia, penertiban ini sesuai pasal 38 Ayat (2)Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi yang menyebutkan setiap kendaraan dilarang parkir di ruang milik jalan yang tidak terdapat marka atau rambu parkir
"Meski rambu larangan sudah terpasang jelas, tapi masih banyak pengendara yang nekat memarkir kendaraan mereka di bahu jalan, sehingga memicu kemacetan," kata Yulza.

Ilustrasi penertiban parkir liar. Foto- ANTARA/Risky Syukur
Pihaknya mengerahkan 35 personel gabungan yang terdiri atas unsur Sudinhub Jakarta Utara, Satpelhub Kecamatan Tanjung Priok, Unit Pengelola (UP) Perparkiran, serta jajaran TNI dan Polri. Hasil dari operasi tersebut, kata Yulza, 18 motor ditindak Operasi Cabut Pentil (OCP), sembilan motor diangkut jaring, serta satu mobil diderek menuju Kantor Sudin Perhubungan Jakarta Utara untuk diberikan sanksi tegas.
"Penindakan langsung kami lakukan di tempat sebagai efek jera. Situasi selama kegiatan berlangsung kondusif dan aman terkendali," kata Yulia.
Sementara itu, salah satu pelaku usaha, Rahmat, 23, mendukung penuh penertiban tersebut karena membuat kawasan menjadi lebih rapi dan tertata. Menurut dia, kantong parkir di dalam pasar sudah tersedia dan mencukupi tapi masih ada pengendara yang membandel parkir di luar.
"Saya sangat mendukung, jalan jadi lebih luas dan tidak semrawut. Kami berharap penertiban seperti ini terus diintensifkan secara berkala," kata Rahmat.