Perairan Nias Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi pada 14-15 Agustus

Ilustrasi gelombang tinggi. ANTARA/HO-

Perairan Nias Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi pada 14-15 Agustus

Silvana Febiari • 11 August 2026 18:09

Medan: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gelombang laut setinggi empat meter berpotensi terjadi di Perairan Barat Kepulauan Nias, Sumatra Utara. Kondisi tersebut dipicu anomali suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia bagian barat Sumatra.

"Selain itu gelombang setinggi empat meter juga dapat terjadi di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias dan perairan Barat Kepulauan Batu. Kondisi tersebut dapat terjadi pada 14-15 Agustus 2026," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizky Ramadhan, dilansir dari Antara, Selasa, 11 Agustus 2026. 
 


Sementara gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2.5 meter berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Batu, Perairan Barat Sumatra Utara, dan Perairan Timur Kepulauan Nias.

Di sebutkan suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatra hingga kini berpotensi meningkatkan penguapan. Hal ini menambah kandungan uap air di atmosfer.

Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan lokal di wilayah Sumatra bagian utara. Pola angin di Wilayah Perairan Sumatra bagian utara umumnya bergerak dari Timur laut-Barat daya dengan kecepatan angin berkisar 2 hingga 25 knot.


Gelombang tinggi menghantam pemecah ombak di ruas jalan Boulevard Manado pada beberapa waktu lalu. ANTARA/Karel A Polakitan


Nelayan yang menggunakan perahu diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Kewaspadaan perlu ditingkatkan jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Kapal tongkang diimbau waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter. Sementara kapal feri perlu meningkatkan kewaspadaan jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.

(Silvana Febiari)