Petugas memadamkan api kebakaran di Gunung Bromo, wilayah Probolinggo. (Foto: BPBD Jatim)
BPBD Jatim: Kebakaran Bromo di Probolinggo Padam, Petugas Masih Siaga
Faishol Taselan • 12 August 2026 19:27
Probolinggo: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dilaporkan sudah padam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim siap melakukan rehabilitasi infrastruktur dasar.
"Hari ini kami menerima laporan sudah padam, namun petugas gabungan masih tetap siaga penuh," kata Kepala BPBD Jawa Timur, Adhy Karyono, di Surabaya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Dari laporan di lapangan, titik api di kawasan P30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, sudah tidak terlihat, termasuk di titik-titik lain praktis sudah padam.
Adhy mengatakan bila seluruhnya sudah padam, giliran BPBD Jatim siap melakukan rehabilitasi infrastruktur dasar, khususnya penggantian jaringan pipa air yang rusak terbakar.
"Jika tidak segera diganti, masyarakat bisa mengalami krisis air bersih. Selain itu, kita harus memikirkan pemulihan ekonomi lokal—seperti penyedia jasa jeep, perhotelan, homestay, hingga UMKM kuliner yang terdampak. Kerja sama optimal tim darat dan pemadaman udara harus membawa hasil signifikan," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekdaprov Adhy optimistis penanganan karhutla kali ini akan berjalan lebih cepat dan efektif ketimbang kejadian serupa pada 2023.
"Perbedaannya dengan tahun 2023, helikopter saat ini standby dan melakukan refueling di Pasuruan sehingga operasionalnya jauh lebih efektif. Pemprov Jatim juga menambah armada helikopter. Dua helikopter kecil ditugaskan standby dengan titik refueling di Ranu Pani. Dengan begitu, pengisian air dapat berlanjut tanpa jeda lama, kecuali jika terkendala kabut tebal," ujar Adhy.

Proses pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo/Balai Besar TNBTS
Hingga 11 Agustus 2026, total luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 899,38 hektare. Vegetasi yang terdampak didominasi oleh cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar. Tim gabungan terus menggencarkan penanganan darat di kawasan Pusung Duwur dan Dingklik menggunakan teknik gepyok serta armada mobil tangki. Upaya pembasahan (wetting) juga dioptimalkan di titik-titik yang terjangkau oleh petugas.
Untuk mempercepat penanganan udara, tiga unit helikopter dikerahkan untuk operasi water bombing di area Pusung Duwur. Armada tersebut terdiri atas dua helikopter BNPB (PK-DAN dan PK-DBM) serta satu helikopter milik Pemprov Jatim (PK-DAP). Hingga saat ini, total 15 rit pengeboman air dengan kapasitas 36.000 liter telah dijatuhkan untuk meredam kobaran api.
"Yang kami pikirkan sekarang adalah masyarakat setelah ini, termasuk wisata," katanya.