Proses pemadaman karhutla di kawasan Gunung Bromo. (Foto: BPBD Provinsi Jawa Timur)
Update Kebakaran Bromo, BNPB: Titik Api Tersisa di Perbatasan Malang-Lumajang
Lukman Diah Sari • 6 August 2026 11:48
Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Bromo, Provinsi Jawa Timur, sejak Senin, 3 Agustus 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan api di sejumlah wilayah berhasil dipadamkan, namun masih ada titik yang dalam pemantauan.
"Di sekitar tugu perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang juga masih terpantau adanya sisa titik api. Tim gabungan masih bersiaga untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi tersebut," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis, 6 Agustus 2026.
"Karena berada di medan ekstrem dengan kontur terjal," ujar Abdul.
Dia mengakui bahwa kendala pemadaman karhutla di kawasan Bromo adalah kondisi medan. Sejumlah titik api berada di lereng Kaldera Bromo dengan kontur terjal dan sulit dijangkau oleh personel pemadaman darat.
"Selain itu, kondisi angin kencang di sekitar lokasi berpotensi mempercepat perambatan api," jelas dia.

Proses pemadaman karhutla di kawasan Gunung Bromo. (Foto: BPBD Provinsi Jawa Timur)
Abdul menyebut, hingga Rabu, 5 Agustus 2026, pukul 16.45 WIB, luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 60 hektare. Kawasan yang terbakar berada di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang.
Dia memerinci, di Kabupaten Probolinggo, kebakaran melanda sekitar 10 hektare lahan di kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Sementara itu, sekitar 50 hektare lahan terbakar di kawasan Jantur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang.
"Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut," jelas dia.