Pelantikan Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) masa bakti 2026–2030 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Agustus 2026. Dokumentasi/ istimewa.
Semangat Merah Putih Jadi Pesan dalam Kepengurusan Baru INTI
Deny Irwanto • 8 August 2026 11:34
Jakarta: Semangat kebersamaan menjadi salah satu pesan utama dalam pelantikan Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) masa bakti 2026–2030 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Agustus 2026. Mengusung tema 'Bersatu dalam Semangat Merah Putih, Berkarya untuk Negeri', kegiatan tersebut menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan berbagai kegiatan organisasi di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan kebangsaan.
Ketua Dewan Penasehat Perhimpunan INTI Hashim Djojohadikusumo menyoroti keberagaman yang menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Indonesia.
"Yang saya mau sampaikan bahwa kita yang tinggal, dibesarkan dan merasakan menjadi orang Indonesia, keturunan India, keturunan Eropa, keturunan Tionghoa, keturunan apa pun, kita adalah bangsa Indonesia dan kita bersatu. Tujuan bersatu kita hidup rukun agar bangsa kita sejahtera, bisnis kita maju," kata Hashim dalam keterangan pers dikutip Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurut Hashim, keberagaman tersebut menunjukkan identitas masyarakat Indonesia tidak dapat dilihat hanya dari latar belakang etnis. Ia menekankan pentingnya menjaga kehidupan bersama sebagai bagian dari satu bangsa. Hashim juga menyampaikan pandangannya mengenai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Menurutnya, kritik tetap diperlukan selama disampaikan secara konstruktif dan tidak berkembang menjadi tindakan yang mengganggu persatuan.
"Pemerintah Prabowo dan Gibran itu sangat terbuka. Kalau ada kritik silakan, enggak ada masalah. Kritik itu selalu baik kalau membangun. Tapi kritik jangan menjadi kekerasan, jangan jadi makar," ungkapnya.
.jpeg)
Pelantikan Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) masa bakti 2026–2030 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Agustus 2026. Dokumentasi/ istimewa.
Ia turut menyebut adanya masukan dari sejumlah investor mengenai kondisi dan arah kebijakan pemerintahan. Hal itu, menurutnya, menjadi bagian dari dinamika yang perlu diperhatikan dalam menjaga kepercayaan terhadap iklim usaha di Indonesia.
"Saya mendengar beberapa waktu ini dari kawan-kawan saya dari Tiongkok, dari Hong Kong, kawan-kawan saya orang Jawa di Amerika yang juga punya investasi di tanah air, di Indonesia, seolah-olah ini ada suatu kecemasan, sesuatu kekhawatiran di antara investor dari Tiongkok juga dari komunitas Jawa bahwa pemerintah Prabowo dan Gibran tidak bersahabat atau tidak pro pengusaha," ujarnya.
Sementara Ketua Umum INTI, Indra Wahidin, mengatakan kepengurusan periode 2026–2030 akan diarahkan untuk menjaga semangat kebangsaan sekaligus memperluas kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Indra, INTI ingin tetap menjadi ruang bersama bagi masyarakat yang menjunjung nilai Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Tema Bersatu dalam Semangat Merah Putih, Berkarya untuk Negeri bukan hanya slogan organisasi, tetapi komitmen seluruh pengurus untuk bekerja nyata, memperkuat persatuan nasional, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat Indonesia, sesuai dengan tagline kepengurusan kali ini 'Inklusif, Nasionalis, Toleransi, dan Independen'," ujar Indra Wahidin.
Sejumlah agenda organisasi disiapkan dalam periode kepengurusan baru, antara lain di bidang pendidikan, pengembangan usaha, sosial, hukum, dan penguatan kapasitas generasi muda. Beberapa di antaranya mencakup program beasiswa, magang, UMKM Fair, penguatan layanan konsultasi dan bantuan hukum, serta kegiatan kebangsaan.
Ketua Harian PP INTI Ulung Rusman mengatakan penguatan organisasi di daerah menjadi salah satu perhatian dalam periode kepengurusan baru. Langkah tersebut diharapkan membuat kegiatan organisasi lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami ingin INTI semakin dekat dengan masyarakat. Penguatan organisasi di daerah menjadi prioritas agar program sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebangsaan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di berbagai provinsi," katanya.
Sekretaris Jenderal PP INTI Hardy Stefanus menambahkan, kepengurusan baru juga akan mempersiapkan sejumlah agenda yang berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia, komunikasi publik, dan kolaborasi lintas sektor.
Di antaranya adalah rencana pembentukan Young Entrepreneur Council dan INTI Award. Organisasi juga akan memanfaatkan media sosial, podcast, dan berbagai platform digital untuk menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda.