Kapal tongkang H-591 milik Heerema Marine Contractors. (heerema.com)
Mengenal H-851, Kapal Tongkang Terbesar di Dunia yang Lebih Panjang dari Titanic
Muhammad Reyhansyah • 6 April 2026 21:15
Jakarta: Tidak banyak yang mengetahui bahwa kapal tongkang terbesar di dunia ternyata bukan kapal bermesin seperti kapal kargo atau kapal tanker, melainkan tongkang raksasa tanpa mesin yang digunakan untuk mengangkut struktur anjungan minyak lepas pantai.
Hingga April 2026, kapal tongkang terbesar di dunia masih dipegang oleh H-851 milik Heerema Marine Contractors.
Melansir laman Westcon Design Poland, H-851 merupakan tongkang kargo non-propelled atau tidak memiliki mesin penggerak sendiri. Kapal ini harus ditarik oleh kapal tunda untuk berpindah lokasi, namun ukurannya menjadikannya salah satu struktur terapung terbesar yang pernah dibuat manusia.
Tongkang raksasa ini dirancang oleh Daewoo Shipbuilding & Heavy Machinery di Korea Selatan untuk tugas-tugas berat di industri minyak dan gas lepas pantai. H-851 memiliki panjang keseluruhan mencapai 290,76 meter dan lebar 63,01 meter. Panjang tersebut bahkan lebih panjang dari kapal legendaris Titanic yang memiliki panjang sekitar 269 meter.
Selain itu, kapal ini memiliki deadweight mencapai 110.720 ton dan displacement sekitar 154.906 ton. H-851 juga mampu meluncurkan struktur anjungan minyak (jacket) dengan berat hingga 40.000 ton, menjadikannya salah satu platform transportasi struktur lepas pantai terbesar di dunia.
Tak hanya besar, H-851 juga dilengkapi teknologi canggih untuk menjaga stabilitas saat memindahkan beban ribuan ton.
Salah satu fitur utamanya adalah sistem ballast cepat yang memungkinkan kapal naik dan turun di air dengan cepat saat proses float-over, yaitu pemasangan bagian atas anjungan minyak ke struktur kaki di laut. Sistem ini sangat penting agar kapal tidak terbentur struktur akibat gelombang laut.
Pada 2011, bagian depan kapal sepanjang 100 meter juga dimodifikasi menjadi lebih sempit agar dapat masuk ke sela-sela kaki anjungan minyak tertentu, seperti pada proyek North Rankin B di Australia. Dek kapal juga diperkuat dengan struktur baja khusus untuk menahan tekanan titik yang sangat besar dari struktur anjungan migas.
Kapal pesaing H-851
Pada 2026, muncul tongkang baru bernama Braveheart milik Allseas yang memiliki teknologi lebih modern, termasuk sistem ballast elektrik dan dek datar untuk robot pengangkut. Namun, panjang Braveheart hanya sekitar 200 meter, sehingga masih lebih pendek dibandingkan H-851.Selain itu, ada juga Beverley milik Acciona yang diperkenalkan pada 2026 sebagai jack-up barge terbesar di Australia. Berbeda dengan H-851, Beverley memiliki kaki sepanjang 78 meter yang dapat berdiri di dasar laut dan digunakan untuk pembangunan infrastruktur laut, bukan untuk mengangkut struktur antar benua.
Meski muncul kapal-kapal baru dengan teknologi lebih modern, H-851 masih memegang rekor sebagai kapal tongkang kargo terbesar di dunia.
Secara industri, membangun tongkang yang lebih panjang dari H-851 saat ini dianggap kurang efisien karena keterbatasan pelabuhan, kanal, dan biaya operasional. Industri lepas pantai kini lebih fokus pada kapasitas angkat dan presisi teknologi dibandingkan sekadar ukuran kapal.
H-851 hingga kini masih menjadi standar utama untuk pengiriman struktur anjungan minyak berukuran raksasa dari galangan kapal menuju lokasi pengeboran lepas pantai di berbagai belahan dunia. Kapal ini menjadi bagian penting dalam industri energi global, meski namanya tidak setenar kapal-kapal besar lainnya.
Baca juga: Jam Saku Korban Titanic Pecahkan Rekor Lelang, Terjual Seharga Rp37,5 Miliar