Kalijodo bakal Direnovasi, Fasilitas Olahraga hingga Amfiteater Ditata

Kawasan Taman Kalijodo. Foto: dok. MI.

Kalijodo bakal Direnovasi, Fasilitas Olahraga hingga Amfiteater Ditata

Nattasya Amani Vrazeti • 18 September 2026 17:22

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana merenovasi menyeluruh kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Jakarta Barat. Instruksi penataan ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyusul adanya penertiban terhadap praktik pungutan liar serta temuan botol minuman keras di lokasi.

“Area tersebut sudah dibersihkan dan pengawasan diperketat bersama pengurus RW serta petugas lapangan,” ujar Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim saat dihubungi Metrotvnews.com, Jumat, 18 September 2026. 

Chico menyebut dalam rencana penataan ulang ini, objek yang akan direvitalisasi mencakup fasilitas eksisting maupun fasilitas baru yang disesuaikan dengan kebutuhan warga. Beberapa sarana dan prasarana yang masuk dalam daftar penataan meliputi area olahraga (termasuk lapangan multifungsi), skate park dan jalur sepeda/BMX yang ada serta amfiteater dan ruang kegiatan komunitas.

Kemudian, area bermain anak, jalur jogging, penghijauan dan pencahayaan, sistem parkir serta pengamanan yang dilengkapi CCTV dan petugas. Chico menerangkan saat ini, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta sedang menyusun detail desain serta estimasi anggaran untuk proyek tersebut. 

Meski angka pasti anggaran belum ditetapkan, Pemprov DKI memastikan pengerjaan fisik akan langsung dimulai setelah perencanaan teknis rampung.

“Detail desain dan estimasi anggaran sedang disusun Distamhut. Angka pastinya belum ditetapkan, sehingga belum dapat kami sampaikan saat ini. Yang dipastikan: pekerjaan ini akan segera dimulai setelah perencanaan teknis selesai,” lanjut Chico. 

Terkait pembiayaan, Chico menambahkan Pemprov DKI membuka opsi kemitraan dengan pihak swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR), berkaca pada sejarah pembangunan Taman Kalijodo sebelumnya. Meski demikian, ia menegaskan tata kelola, pengawasan, dan akses publik akan tetap berada di bawah kendali penuh pemerintah tanpa adanya pungutan liar, guna memastikan kawasan tetap berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang ramah anak.

“Terkait kemitraan swasta, opsi itu terbuka. Historisnya, Taman Kalijodo dibangun dengan skema CSR. Pemprov DKI tetap membuka kerja sama dengan pihak swasta, sepanjang tata kelola, pengawasan, dan akses publik tetap di bawah kendali pemerintah, tanpa pungutan liar, dan sesuai peruntukan sebagai ruang terbuka hijau yang ramah anak,” jelas Chico.

Ilustrasi kawasan Taman Kalijodo. Foto: dok. Medcom.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kawasan Taman Kalijodo langsung dibersihkan setelah mendapatkan laporan video yang mengungkap adanya praktik pungutan liar sebesar Rp10.000 serta temuan botol minuman keras di lokasi tersebut.

“Kalau dicek hari ini pasti sudah bersih karena dari kemarin saya sudah minta untuk dibersihkan,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Kamis, 17 September 2026. 

Selain penertiban, Ia mengaku akan menata ulang kawasan tersebut secara komprehensif.  Ia memandang Taman Kalijodo sebagai salah satu peninggalan atau legacy dari era kepemimpinan mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang perlu dirawat dan diperbaiki kembali demi kenyamanan masyarakat.

“Saya juga sudah minta untuk Kalijodo renovasi secara menyeluruh segera dilakukan karena memang apa pun saya melihat Kalijodo sebagai legacy peninggalan Pak Ahok, menurut saya hal yang sangat baik untuk dilakukan perbaikan kembali,” ungkap Pramono.

(Siti Yona Hukmana)