Fasilitas Edukasi dan Rekreasi Bikin Monas Jadi Magnet Wisata Jakarta

Pengunjung melihat pemandangan Jakarta dari puncak Monas. Foto: Metro TV/Iqbal Sidiq

Fasilitas Edukasi dan Rekreasi Bikin Monas Jadi Magnet Wisata Jakarta

Muhammad Iqbal Sidiq • 2 May 2026 15:37

Jakarta: Kawasan Monumen Nasional (Monas) masih menjadi magnet wisata favorit di Ibu Kota Jakarta. Antusiasme masyarakat mengunjungi Monas semakin meningkat, terutama bagi wisatawan yang berasal dari luar daerah.

Selain berfungsi sebagai ruang terbuka hijau untuk berekreasi, Monas menjadi pusat edukasi sejarah yang menarik bagi masyarakat. Di dalam tugu, pengunjung dapat mempelajari sejarah peradaban Indonesia.

“Lihat-lihat museum, sejarahnya juga bagus, detail. Buat anak-anak ilmu, ada anak saya yang sekolah. Pengalaman buat dia, ini Monas ikon Indonesia," ujar seorang wisatawan asal Bandung yang mengaku bernama Rida, Sabtu, 2 Mei 2026.

Staf Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas yang mengaku bernama Sena, mengungkapkan area taman menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk berpiknik dan bersantai. Pengelola rutin merawat setiap area pada Senin, untuk memastikan seluruh fasilitas tetap dalam kondisi prima.
 


UPK Monas menerapkan tarif retribusi yang bervariasi sesuai dengan jenis layanan dan usia pengunjung. Berikut rinciannya:
  1. Pelataran Cawan: Dewasa (Rp8.000), Mahasiswa (Rp5.000), dan Anak-anak/Pelajar (Rp3.000).
  2. Pelataran Cawan + Puncak: Dewasa (Rp24.000), Mahasiswa (Rp13.000), dan Anak-anak/Pelajar (Rp6.000).
  3. Rombongan: Kelompok dengan jumlah lebih dari 30 orang berhak mendapatkan keringanan biaya masuk sebesar 25%.


Pengunjung Monas. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq, 

Monas dibuka untuk umum setiap hari Selasa hingga Minggu. Pada hari kerja kawasan dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB, sementara pada akhir pekan jam operasional diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB.


Puncak kunjungan biasanya terjadi pada Sabtu dan masa libur sekolah. Bahkan pada momen besar seperti malam pergantian tahun, jumlah pengunjung di kawasan seluas puluhan hektar ini tercatat bisa menembus angka satu juta orang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)