Ilustrasi Pexels
Odontologi Forensik Ungkap Identitas Korban Kecelakaan Bekasi Timur Melalui Gigi
Muhamad Marup • 30 April 2026 19:37
Jakarta: Pengungkapan identitas korban Kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 menjadi hal yang krusial. Dalam prosesnya, kepolisian menggunakan metode odontologi forensik dengan melibatkan tim dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia (UI).
Keterlibatan Tim Odontologi Forensik UI bukan sekadar respons darurat, melainkan kerja ilmiah yang menuntut presisi tinggi. Dalam situasi bencana massal, ketika kondisi korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur sulit dikenali, gigi menjadi salah satu kunci yang paling diandalkan.
Ahli Odontologi Forensik FKG UI, Nurtami Soedarsono, mengatakan, pemeriksaan gigi termasuk dalam tiga metode identifikasi primer yang diakui secara internasional, bersama sidik jari dan DNA. Ketiganya memiliki akurasi tinggi, namun gigi memiliki keunggulan tersendiri, yaitu daya tahannya terhadap kondisi ekstrem.
Dalam kasus korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur, seluruh jenazah yang diperiksa berhasil teridentifikasi melalui kombinasi data primer sidik jari dan data medis. Detail kecil seperti keberadaan gigi tiruan akrilik pada salah satu korban juga turut memperkuat keakuratan identifikasi—menunjukkan bagaimana setiap informasi, sekecil apa pun, memiliki arti besar.
Namun, di balik proses itu, keterbatasan data ante-mortem, khususnya rekam medis gigi menjadi tantangan besar. Tidak semua orang memiliki catatan perawatan gigi yang terdokumentasi dengan baik.
"Akibatnya, proses identifikasi sering kali bergantung pada ingatan keluarga atau data tambahan yang tidak selalu lengkap," katanya.
Pencatatan Data Ante Mortem Dental

Proses pengungkapan identitas korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Foto istimewa
Upaya pencatatan data ante mortem dental telah dilakukan sivitas akademika UI saat menjalankan program pengabdian masyarakat bersama PT Kereta Api pada Agustus 2024. Program Studi Dokter Gigi Spesialis Odontologi Forensik FKG UI mendokumentasikan data gigi, para masinis, asisten masinis, dan crew KAI dari DAOP 1 Jakarta.
Dekan FKG UI, Lisa Rinanda Amir, mengatakan bahwa langkah ini adalah bentuk kontribusi keilmuan UI kepada masyarakat. FKG UI berkomitmen untuk terus memperluas edukasi dan kesadaran publik mengenai pentingnya pencatatan rekam medis gigi secara rutin, tidak hanya untuk kepentingan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari kesiapsiagaan dalam situasi darurat dan kebutuhan forensik di masa mendatang.
"Keterlibatan Tim Odontologi Forensik FKG UI dalam identifikasi korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur merupakan bentuk nyata pengabdian keilmuan kepada masyarakat," tuturnya.
Komitmen ini menegaskan bahwa peran Odontologi Forensik tidak berhenti pada respons saat bencana, tetapi juga mencakup upaya preventif melalui penguatan sistem data dan literasi publik. Peristiwa kecelakaan di Bekasi Timur menjadi pengingat bahwa kesiapan data ante mortem, termasuk rekam medis gigi, adalah bagian dari perlindungan kemanusiaan.
"Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, pemangku kepentingan, dan masyarakat, proses identifikasi di masa mendatang diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan akurat," terangnya.