Susun Pengurus Baru, Mathla'ul Anwar Targetkan Lompatan Peran di Kancah Nasional dan Global

Ketua Umum Mathla'ul Anwar Jazuli Juwaini. Istimewa

Susun Pengurus Baru, Mathla'ul Anwar Targetkan Lompatan Peran di Kancah Nasional dan Global

Whisnu Mardiansyah • 2 May 2026 00:57

Jakarta: Pengurus besar organisasi kemasyarakatan Mathla'ul Anwar (MA) tengah menyusun komposisi kepengurusan terbaru. Langkah ini menandai fase baru organisasi dari entitas dengan sejarah panjang menuju kekuatan yang diharapkan mampu mempengaruhi arah kebijakan dan percaturan nasional bahkan global.

Kunci transformasi ini terletak pada konsolidasi elit kader MA. Para tokoh yang kini berada di pucuk kepemimpinan dinilai bukan sekadar figur simbolis, melainkan instrumen perubahan dengan kapasitas struktural yang selama ini menjadi kebutuhan organisasi.

Di posisi puncak, Jazuli Juwaini, MA dipercaya sebagai Ketua Umum. Ia merupakan alumni MTs dan MA Mathla'ul Anwar Teluk Ambulu, Karawang. Pengalamannya selama sekitar 25 tahun di parlemen memberinya pemahaman mendalam tentang proses pembentukan dan perjuangan kebijakan.

Perannya sebagai Wakil Presiden Forum Anggota Parlemen Muslim Dunia, Presiden Justice and Democracy Forum Asia Pasifik, serta Utusan Tetap Parlemen Dunia (IPU) untuk Timur Tengah membuka pintu strategis bagi MA ke level global.

Konfigurasi kepengurusan semakin kokoh dengan hadirnya sejumlah tokoh di jajaran wakil ketua umum. Mereka adalah Bonnie Triyana, KH Abdul Fikri Faqih, Arif Rahman, KH Muhammad Mursyid, KH Zaenal Abidin Suja'i, Muhammad Arif Kirdiat serta Aat Surya Syafaat.
 


Bonnie Triyana dikenal sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan. Sebagai sejarawan muda dengan jejaring intelektual luas, ia diharapkan menjadi jembatan antara MA dan ekosistem pendidikan global.

Sementara itu, KH Abdul Fikri Faqih membawa pengalaman lebih dari 15 tahun di DPR RI serta posisinya sebagai anggota Komisi X. Ia dinilai mampu menjadi aktor kunci dalam memperjuangkan kebijakan pendidikan nasional yang berpihak pada lembaga pendidikan MA.

Arif Rahman, yang juga anggota Komisi IV DPR RI, diharapkan menghubungkan MA dengan sektor ekonomi umat, seperti pertanian, lingkungan, perikanan, dan kelautan.

Dimensi kewilayahan diperkuat oleh KH Muhammad Mursyid yang saat ini menjabat Ketua PW MA Riau sekaligus anggota DPD RI. Ia diharapkan mampu menghubungkan kebijakan pusat dengan realitas lapangan di daerah.

Energi penggerak lainnya berasal dari akademisi lingkungan perguruan tinggi MA seperti UNMA, para intelektual muda, serta organisatoris yang tersebar di berbagai bidang dan wilayah.

"Para pengurus baru ini diharapkan mampu membuka gembok keterbatasan akses, lemahnya jejaring, minimnya afirmasi kebijakan, serta rendahnya posisi tawar organisasi selama ini," kata Ketua Umum Mathla'ul Anwar Jazuli Juwaini dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 1 Mei 2026.

Jika sinergi antara elit nasional, sesepuh, tokoh kultural, akademisi, dan generasi muda berjalan konsisten, Mathla'ul Anwar berpotensi naik level menjadi kekuatan yang memberi manfaat bagi bangsa. Hal ini sesuai dengan filosofi nama organisasi: Mathla'ul Anwar, atau tempat terbitnya cahaya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)