Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus. (ANTARA/HO-Kemendagri)
Wamendagri Tegaskan Pentingnya Keselarasan Program Kesehatan di Papua
Siti Yona Hukmana • 29 April 2026 08:38
Jakarta: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya keselarasan program antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan kesehatan di Tanah Papua. Terutama penyakit AIDS, tuberkulosis, malaria (ATM), dan kusta.
"Kita tahu bahwa masalah kesehatan ini urusan pemerintah yang wajib dan terikat secara langsung dengan pelayanan dasar," kata Wiyagus dalam keterangan diterima di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 29 April 2026.
Wiyagus melanjutkan pemerintah pusat serius memperhatikan kesehatan masyarakat Papua. Selain dukungan anggaran, pemerintah membentuk tim khusus melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menangani ATM dan kusta yang menjadi persoalan kesehatan di Tanah Papua.
"Ini tim besar diboyong semua ke sini untuk meyakinkan seluruh masyarakat Tanah Papua bahwa pemerintah pusat sangat serius untuk memperhatikan tentang kesehatan ini," ungkap Wiyagus.
Ia memaparkan berbagai tugas yang perlu diperhatikan pemda dalam menangani malaria dan kusta. Pemda, kata dia, memiliki tugas untuk mengoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan penanggulangan malaria dan kusta, menyediakan pendanaan, aktif dan cepat menemukan kasus, memberikan pengobatan dan pencegahan serta melakukan mitigasi dampak psikososial dan ekonomi terhadap pasien.

Ilustrasi. Foto: Freepik.
Lebih lanjut, Wiyagus menegaskan Tanah Papua memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Oleh karena itu, berbagai tantangan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat Papua harus segera ditangani.
"Semua pihak harus terlibat (dengan pendekatan) pentaheliks, pemerintah pusat, pemerintah daerah. Kemudian juga akademisi, kemudian juga seluruh NGO (organisasi nonpemerintah) juga harus terlibat di dalamnya," kata Wiyagus.
Di sisi lain, ia menjelaskan pentingnya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa malaria dan kusta merupakan penyakit yang perlu ditangani dengan baik. Upaya itu dapat dilakukan dengan melibatkan tokoh adat yang berperan penting dalam kehidupan sosial masyarakat Papua.
"Yang penting penanganannya sejak awal, ditangani secara spesifik, edukatif, biar kemudian masyarakat mudah mencerna," ungkap Wiyagus.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com