Kepala BNPB, Suharyanto. (tangkapan layar)
Infrastruktur hingga Kesehatan Perlahan Pulih Pascagempa NTT
Siti Yona Hukmana • 7 September 2026 18:01
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan kondisi infrastruktur serta pelayanan kesehatan dan pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) perlahan kembali pulih. Sejumlah infrastruktur rusak pascagempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
"Jadi kebutuhan dasar masyarakat, listrik, komunikasi, BBM, air bersih, jalur transportasi, kesehatan, pendidikan juga ini secara umum sudah fungsional," kata Kepala BNPB Suharyanto dalam rapat terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam, melaui keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.
Baca Juga :
BMKG Catat 13.156 Gempa Susulan di Flores NTT
Selain itu, puskesmas telah kembali memberikan layanan perawatan seperti biasa dengan dukungan tenda-tenda darurat di area depan fasilitas kesehatan. Suharyanto juga mengatakan bahwa rumah sakit lapangan masih tetap beroperasi. Kemudian, seiring normalnya layanan kesehatan, Kapal Rumah Sakit TNI AL, KRI dr. Soeharso-990, telah dikembalikan ke pangkalannya.
"Kapal rumah sakit dari TNI AL itu sudah kembali ke pangkalannya masing-masing karena pelayanan kesehatan sudah bisa ditangani melalui fasilitas kesehatan yang ada di darat," ungkap Suharyanto.
.jpg)
Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT. ANTARA FOTO/Mega Tokan/wsj.
Sementara itu, dari sisi pendidikan, Suharyanto mengatakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah terdampak telah kembali berjalan. Hal ini terjadi setelah pemerintah membangun tenda-tenda darurat untuk memfasilitasi pembelajaran bagi siswa yang sekolahnya mengalami kerusakan berat.
Selain itu, para siswa dan guru mendapatkan layanan psikososial dan trauma healing untuk membantu mengatasi dampak psikologis pascabencana, seperti kecemasan, sulit tidur, dan kesulitan berkonsentrasi. Di kesempatan yang sama, Suharyanto mengatakan infrastruktur dasar telah pulih sepenuhnya.
Pada sektor kelistrikan, misalnya, jaringan pada Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Timur dan Flores Barat telah pulih 100 persen. Sebanyak 3.478 gardu distribusi kembali beroperasi, sehingga 566.797 pelanggan kembali memperoleh layanan listrik.
Layanan telekomunikasi, lanjut dia, juga telah kembali normal dengan pemulihan BTS sebesar 100 persen serta pulihnya layanan fixed broadband bagi 17.062 pelanggan IndiHome. Selain itu, jalan nasional telah kembali normal hingga tingkat kabupaten, sementara jalan di tingkat kecamatan dan desa telah pulih secara fungsional.
Meski kondisi NTT perlahan membaik pascagempa, Suharyanto mengatakan BNPB masih terus mendampingi pemerintah kabupaten/kota, khususnya dalam penanganan masa tanggap darurat maupun tahapan berikutnya. BNPB masih menempatkan personel pusat dari unsur kementerian dan lembaga, TNI, serta Polri, meski sebagian besar personel telah meninggalkan Pulau Flores seiring membaiknya kondisi di wilayah terdampak.
"Jadi personel kami masih ada di sana, personel pusat dari Mabes TNI dan Mabes Polri ini juga masih ada di sana," kata Suharyanto.