Menteri Israel Itamar Ben Gvir berencana pindahkan warga Gaza dalam waktu 7 tahun. Foto: Anadolu
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi 1,86 Juta Warga Palestina dari Gaza dalam 7 Tahun
Muhammad Reyhansyah • 4 September 2026 09:50
Tel Aviv: Menteri Israel sekaligus pemimpin partai sayap kanan Jewish Power, Itamar Ben-Gvir, mengungkap rencana pembersihan etnis untuk mengeluarkan 1,86 juta warga Palestina dari Gaza dalam kurun waktu tujuh tahun dengan dalih “migrasi sukarela”.
Rencana yang diberi nama “Disengagement 710” itu dipaparkan Ben-Gvir dalam konferensi pers pada Kamis, 3 September 2026 sebagai bagian dari kampanye pemilunya.
Pemaparan tersebut dilakukan setelah surat kabar Yedioth Ahronoth menerbitkan rincian mengenai inisiatif tersebut.
Menurut laporan Yedioth Ahronoth, skema itu mencakup pembentukan kementerian khusus yang bertugas menjalankan program serta menyediakan “paket penyerapan” bagi warga Palestina yang dipindahkan ke negara penerima.
“Terdapat sejumlah negara yang siap menerima warga Palestina dan sejumlah besar orang ingin pindah,” klaim Ben-Gvir dalam pemaparannya, dikutip dari TRT World.
Sebaliknya, Yedioth Ahronoth melaporkan, “Hingga kini tidak ada negara yang diketahui telah menyatakan kesediaan menerima warga Palestina dari Gaza dalam jumlah besar.”
Rencana tersebut menargetkan 250.000 warga Palestina meninggalkan Gaza pada tahun pertama, kemudian meningkat menjadi 1,11 juta orang dalam tiga tahun dan sekitar 1,86 juta orang dalam tujuh tahun.
Ben-Gvir disebut telah menggarap rencana itu selama berbulan-bulan dan berencana menjadikannya salah satu agenda utama kampanye pemilunya. Partai Jewish Power juga akan menjadikan penerapan rencana tersebut sebagai tuntutan utama dalam setiap negosiasi untuk bergabung dengan pemerintahan berikutnya.
Kementerian Migrasi
Berdasarkan laporan tersebut, rencana Ben-Gvir bertumpu pada 12 prinsip, termasuk konsep “keberangkatan sukarela”. Setiap warga Palestina yang meninggalkan Gaza juga diwajibkan memiliki negara tujuan yang bersedia menerima mereka serta memberikan status hukum yang diatur.Rencana itu mencakup penyediaan negara tujuan bagi setiap individu atau keluarga, berikut status hukum, dokumen, visa, biaya perjalanan, hingga tempat tinggal awal.
Negara dan pihak yang terlibat dalam menerima warga Gaza juga akan memperoleh “pembayaran” berdasarkan kinerja, hasil pemeriksaan keamanan individu, serta target pelaksanaan tahunan.
Skema tersebut turut mengatur pembuatan laporan bulanan mengenai jumlah permohonan, persetujuan, dan keberangkatan. Laporan itu juga akan mencatat biaya serta tingkat integrasi warga yang meninggalkan Gaza di negara tujuan mereka.
Untuk membangun dan meluncurkan program tersebut, rencana Ben-Gvir memperkirakan investasi awal Israel sebesar USD3,3 miliar. Selain itu, disiapkan kerangka pembiayaan hingga USD16,6 miliar yang bergantung pada keterlibatan internasional dan kesepakatan dengan negara-negara tujuan.
Ben-Gvir juga menyerukan pembentukan “kementerian migrasi” yang akan dipimpin seorang menteri serta pejabat khusus untuk mengawasi pelaksanaan proyek tersebut.
Sekitar 2,13 juta warga Palestina saat ini tinggal di Gaza. Israel, yang menguasai sekitar 70 persen wilayah Gaza, telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 174.000 lainnya sejak Oktober 2023.
Serangan Israel juga menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza dan menyebabkan seluruh penduduknya mengungsi. Sejumlah analis memperkirakan jumlah korban jiwa sebenarnya dapat jauh lebih tinggi daripada angka resmi, bahkan berpotensi mencapai 200.000 orang.