Gubernur Jambi Al Haris, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Menhut Raja Juli Antoni. Foto: Dok. Istimewa
Potensi Awan Hujan Meluas, Pemerintah Perkuat OMC Karhutla Jambi
Fachri Audhia Hafiez • 2 September 2026 20:29
Jakarta: Pemerintah menyiapkan penguatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Langkah ini dilakukan dengan memaksimalkan potensi awan hujan yang diperkirakan BMKG akan meluas pada periode 10–15 September 2026.
“Yang paling efektif itu OMC, itu enggak ada lawan. Baik itu hujan alami maupun itu OMC, hujan. Karena hanya dengan OMC itu persoalan karhutla dapat diselesaikan,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam keterangannya, Rabu, 2 September 2026.
Peluang perluasan awan hujan tersebut sebelumnya dipaparkan oleh Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi Ibnu Sulistyono dalam Rakor Karhutla di Jambi. Rapat koordinasi tersebut turut dipimpin oleh Menhut Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, serta Gubernur Jambi Al Haris.
Meski potensi awan hujan saat ini masih terbatas di beberapa titik, Menhut menegaskan setiap peluang yang ada akan dimaksimalkan untuk mengintervensi wilayah rawan karhutla. Langkah ini krusial mengingat September merupakan puncak periode rawan karhutla.
.jpg)
Ilustrasi karhutla. Foto: Dok. MGN.
Di sisi lain, Raja Juli mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap siaga memantau dinamika hotspot di lapangan agar tidak berubah menjadi titik api (fire spot).
“Ternyata pagi hari ini bertambah hotspot-nya. Fire spot-nya dicek kembali tadi saya sudah sampaikan pada Kepala BPBD. Relatif ya, relatif oke,” jelas Raja Juli.
Guna menjaga ketahanan wilayah dari ancaman karhutla, Raja Juli meminta partisipasi aktif dan kolaborasi erat dari seluruh pemangku kepentingan. “Jadi semua saya harap, Pemda, TNI, Polri, termasuk masyarakat, diharapkan bersama-sama berpartisipasi untuk mengatasi persoalan karhutla ini,” ucap Raja Juli.