Karhutla Kalbar, Kualitas Udara Berbahaya dan Jarak Pandang Memburuk

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan. Foto: Dok. Antara.

Karhutla Kalbar, Kualitas Udara Berbahaya dan Jarak Pandang Memburuk

Fachri Audhia Hafiez • 2 September 2026 15:53

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 31 titik api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar). Maraknya kebakaran lahan tersebut memicu penurunan kualitas udara dan jarak pandang.

"Kualitas udara di sana tergolong berbahaya dengan jarak pandang di bawah 1 Km," ujar pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 2 September 2026.
 


Luas wilayah yang terbakar diperkirakan mencapai 511 hektare per 1 September 2026. Wilayah yang berhasil dipadamkan seluas 135 hektare. Berton menjelaskan bahwa capaian pemadaman sejauh ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan.

"Jumlah personel di sana yang bekerja di Satgas Darat sebesar 14.563 orang," ujar Berton.

Untuk penanganan udara, Satgas Udara mengoperasikan dua unit armada patroli yang telah melakukan pemantauan selama 8 jam 49 menit dalam dua sorti penerbangan. Selain itu, empat unit helikopter water bombing dikerahkan untuk mengguyurkan ratusan ribu liter air ke titik-titik kebakaran utama.

"Tindakan yang kedua dari Satgas Udara adalah water bombing atau melakukan penyebaran air melalui helikopter. Di sana ada 4 unit helikopter. Jumlah air yang dijatuhkan sebesar 408.000 liter dan luas lahan yang dipadamkan sebesar 6 hektare," ungkap Berton.


Penanganan karhutla. Foto: Dok. Manggala Agni.

Upaya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) juga telah dijalankan dengan menyemai 800 kilogram garam di atmosfer selama 1 jam 35 menit durasi penerbangan. Namun, rekayasa cuaca tersebut belum memicu turunnya hujan akibat minimnya pembentukan awan potensial.

"Hasil akhir dari penyemaian ini kurang maksimal, alias tidak ada hujan yang terjadi karena memang minimnya, tipisnya bibit-bibit awan yang ada di atmosfer," kata Berton.

Saat ini operasi pemadaman darat diprioritaskan pada 25 lokasi yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Sementara itu, empat helikopter water bombing dikonsentrasikan untuk mengguyur tiga wilayah terdampak parah, yakni Kabupaten Mempawah, Ketapang, dan Kubu Raya.

Guna menghindari risiko kesehatan akibat asap karhutla, kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak disesuaikan dengan sistem pembelajaran jarak jauh dari rumah. Aktivitas harian masyarakat secara umum dilaporkan masih berjalan normal.

(Fachri Audhia Hafiez)