Kapolda Kalbar bersama Bupati Kubu Raya meninjau pendistribusian air bersih yg disalurkan oleh Brimob Polda Kalbar untuk masyarakat terdampak karhutla di Dusun Lintang Batang, Sungai Ambawang. ANTARA/HO-Jessica Helena Wuysang
Karhutla di Kubu Raya Picu Kekhawatiran Krisis Air Bersih
Silvana Febiari • 2 September 2026 15:27
Kubu Raya: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat di tengah kondisi kekeringan. Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah mulai mengkhawatirkan.
"Sekarang sudah mulai kelangkaan air bersih dan air minum. Beliau sudah berpikir sampai ke situ, karena keselamatan rakyat ini memang nomor satu," kata Sujiwo, dilansir dari Antara, Rabu, 2 September 2026.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penanganan karhutla di Dusun Lintang Batang, Kecamatan Sungai Ambawang. Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, masyarakat peduli api, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Baca Juga :
Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar mengatakan jajaran kepolisian tidak hanya membantu pemadaman, pendinginan, dan pembasahan area terdampak, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan serta mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.
"Jajaran Polda Kalbar selain memberikan dukungan pemadaman, pendinginan hingga pembasahan area, juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujarnya.
Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan, pengobatan, pemberian obat-obatan, dan edukasi kepada warga yang terdampak. Selain bantuan tersebut, distribusi air bersih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama kebutuhan air minum.
Pihaknya juga mendapat informasi bahwa ketersediaan air bersih di sekitar Dusun Teluk Batang, Kecamatan Sungai Ambawang, mulai mengkhawatirkan. Bupati Kubu Raya berencana mengecek tiga lokasi yang memiliki potensi sumber air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kami juga mendengar laporan Bupati Kubu Raya yang akan mengecek tiga lokasi yang dipastikan memiliki sumber air. Mudah-mudahan bisa langsung dibor dan ditarik menjadi sumber air untuk masyarakat," ungkapnya.
Di sisi lain, Sujiwo mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Pemerintah tidak dapat menghadapi persoalan tersebut sendirian.
"Kalau tidak ada TNI-Polri, saya sudah lempar handuk putih. Pemadaman itu kita kendalikan bersama-sama TNI-Polri, relawan, swasta dan pemerintah," tuturnya.
Ia menegaskan penanganan karhutla tidak seharusnya dilakukan dengan saling menyalahkan, melainkan melalui kolaborasi dan gotong royong. Persoalan tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.

Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau lokasi karhutla di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya (ANTARA/HO : Prokopim Kubu Raya)
Sebelumnya, kebakaran yang terjadi dua hari lalu sempat meluas hingga mendekati stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Namun, api berhasil dikendalikan melalui penanganan bersama berbagai unsur.
Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan kini terus melakukan penanganan karhutla sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih yang mulai dirasakan masyarakat.