BMKG: Gempa M 6,2 di Kepulauan Sandwich Selatan Tak Picu Tsunami di Indonesia

Ilustrasi grafik intensitas gempa bumi. (Anadolu Agency)

BMKG: Gempa M 6,2 di Kepulauan Sandwich Selatan Tak Picu Tsunami di Indonesia

Lukman Diah Sari • 3 September 2026 09:47

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,2 yang mengguncang kawasan Kepulauan Sandwich Selatan tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Kepastian tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemodelan pemantauan tsunami yang dilakukan usai gempa terjadi pada Kamis, 3 September 2026, pukul 06.46 WIB.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, di Jakarta, Kamis, 3 September 2026, melansir Antara.

Wijayanto menjelaskan, berdasarkan parameter pemutakhiran BMKG, gempa bumi tersebut memiliki kekuatan magnitudo 6,2 pada kedalaman 119 kilometer. Adapun pusat gempa atau episenter berada di laut pada koordinat 56,12 derajat Lintang Selatan (LS) dan 27,85 derajat Bujur Barat (BB), atau berjarak sekitar 2.008 kilometer di sebelah tenggara Stanley, Kepulauan Falkland.

Dia menerangkan berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini tergolong sebagai jenis gempa bumi menengah yang dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Amerika Selatan terhadap Lempeng Sandwich. Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan batuan berupa sesar naik (thrust fault).


Ilustrasi-Gelombang di pesisir. Foto: Anadolu Agency

Atas kejadian gempa di wilayah Samudra Atlantik Selatan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di kawasan pesisir pantai, untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak terverifikasi kebenarannya.

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ucapnya.

Wijayanto juga mengingatkan publik untuk selalu memastikan informasi resmi seputar kejadian gempa bumi dan peringatan dini tsunami hanya melalui saluran komunikasi serta kanal media sosial terverifikasi milik BMKG.

(Lukman Diah Sari)