Dokumen Jeffrey Epstein ungkap dugaan keluarga Rothschild pernah tampung Adolf Hitler. Foto: Anadolu
Email Epstein Ungkap Klaim Hitler Pernah Ditampung Keluarga Rothschild
Fajar Nugraha • 5 February 2026 19:55
Washington: Dokumen Jeffrey Epstein yang baru dirilis mengungkap pertukaran email antara dia dan bankir Ariane de Rothschild, terkait klaim Adolf Hitler pernah tinggal di sebuah penampungan yang didanai keluarga Epstein dan Rothschild.
Email tersebut tertanggal 31 Desember 2018 dan beredar melalui tangkapan layar di platform media sosial X.
Percakapan itu membahas narasi bahwa Hitler, pada masa awal kehidupannya, hidup miskin dan tinggal di penampungan bagi tunawisma yang konon dibiayai oleh tiga keluarga Yahudi kaya. Ariane de Rothschild menepis cerita tersebut sebagai teori konspirasi, sementara Epstein menyatakan klaim itu akurat.
“Saya pikir kamu akan menganggap ini lucu bahwa dalam kelas Harvard tentang Hitler diceritakan ia pernah tinggal di penampungan bagi orang miskin yang dibiayai tiga keluarga kaya,” tulis Epstein dalam emailnya, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 5 Februari 2026.
Epstein menambahkan bahwa kisah tersebut ternyata benar.
Menanggapi hal itu, Rothschild menyatakan keprihatinannya terhadap narasi tersebut dan menyebutnya sebagai teori konspirasi yang masih beredar.
“Apakah ini cara mengatakan bahwa kemurahan hati tidak dihargai atau sekadar menunjukkan teori konspirasi masih ada, itu cukup menyedihkan,” tulisnya.
Epstein kemudian kembali menegaskan klaimnya dengan menyatakan bahwa Hitler hidup dari menjual pakaian dan karya seni saat tinggal di penampungan yang didanai pihak Yahudi. Ia juga menyebut keterkaitan keluarga Epstein dan Rothschild dalam pendanaan tersebut.
Selain korespondensi email, dokumen yang dirilis juga mengungkap hubungan bisnis antara Epstein dan keluarga Rothschild. Dokumen bertanggal 5 Oktober 2015 menunjukkan perusahaan Epstein, Southern Trust Company Inc., menandatangani perjanjian senilai USD25 juta dolar dengan Rothschild Group untuk layanan analisis risiko dan algoritma.
Jeffrey Epstein ditemukan meninggal dunia di sel penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks. Sebelumnya, ia mengaku bersalah dan divonis pada 2008 atas kasus melibatkan anak di bawah umur, meski penanganan perkaranya menuai kritik luas.
(Keysa Qanita)