DIY Antisipasi Ancaman Masuknya Virus Nipah, Koordinasi dengan Dinas Kesehatan

Sekretaris Pemerintah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

DIY Antisipasi Ancaman Masuknya Virus Nipah, Koordinasi dengan Dinas Kesehatan

Ahmad Mustaqim • 2 February 2026 19:01

Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai mengantisipasi potensi masuknya virus Nipah (NiV), meski hingga kini belum ditemukan kasus di wilayah tersebut. Langkah antisipasi dilakukan mengingat DIY memiliki akses pintu masuk dari luar negeri, salah satunya melalui Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) di Kabupaten Kulon Progo.

“Ini juga akan kami koordinasikan juga bersama dengan teman-teman Dinas Kesehatan,” kata Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Senin, 2 Februari 2026.


Ilustrasi Medcom.id

Ni Made menjelaskan, koordinasi tersebut membahas langkah antisipatif terhadap potensi penyebaran virus Nipah serta situasi kesehatan terkini di DIY. Ia mengakui belum mengetahui secara detail karakteristik dan pola penyebaran virus tersebut.

“Kayak penyebaran saya juga belum begitu jelas, seberapa jauh ini, tapi mudah-mudahan belum ada saat ini,” ujarnya.

Menurut Ni Made, Dinas Kesehatan DIY akan memegang peran penting dalam menghadapi potensi ancaman terhadap sektor kesehatan. Selain membahas langkah pencegahan, Dinas Kesehatan juga diminta memberikan penjelasan terkait virus Nipah serta dampaknya bagi manusia.

“Mungkin nanti akan dimintakan koordinasi, khususnya dalam penjelasannya. Kami lihat dulu sejauh mana ini penyebarannya, kayak apa. Saya kan belum tahu secara teknisnya, seperti apa, baru denger berita selintas,” jelasnya.

Ni Made menambahkan, pintu masuk dari luar negeri melalui Bandara Internasional Yogyakarta akan menjadi salah satu fokus pengawasan dan pencegahan. Ia menyebut, pola penanganan yang disiapkan hampir serupa dengan langkah antisipasi saat pandemi covid-19.

“Maksudnya, kan, kita ya, seperti covid-19 flu Singapura, dan lain-lain. Itu, kan, saya gak juga gak tahu secara medis gimana smendeteksinya, sehingga harus pakai alat seperti apa di lokasi itu. Nah, ini, mungkin juga perlu koordinasi dan konsolidasi dengan pihak-pihak yang terkait,” jelas Ni Made.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)