Presiden Donald Trump dukung Sanae Takaichi dalam pemilu. Foto: Anadolu
Jelang Pemilu, Trump Beri Dukungan Penuh kepada PM Jepang Takaichi
Muhammad Reyhansyah • 6 February 2026 22:05
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan dukungan “sepenuhnya” kepada Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Dukungan diberikan menjelang pemilu nasional yang akan digelar pada Minggu, 8 Februari 2026. Trump juga menyampaikan rencananya untuk bertemu Takaichi di Gedung Putih pada 19 Maret.
Takaichi, perdana menteri perempuan pertama Jepang, diperkirakan akan memenangkan pemilu bersama koalisinya berdasarkan hasil jajak pendapat. Ia tengah mencari mandat publik untuk rencana belanja negara yang mengguncang pasar serta program penguatan pertahanan yang berpotensi semakin membebani hubungan Jepang dengan Tiongkok.
“Perdana Menteri Takaichi adalah sosok yang layak mendapatkan pengakuan kuat atas pekerjaan yang ia dan Koalisinya lakukan,” tulis Trump, dikutip dari AsiaOne, Jumat, 6 Februari 2026.
“Oleh karena itu, sebagai Presiden Amerika Serikat, merupakan kehormatan bagi saya untuk memberikan dukungan penuh dan total kepada dirinya serta apa yang diperjuangkan oleh koalisi yang sangat dihormati tersebut,” tambahnya.
Berdasarkan jajak pendapat, Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi dan mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang (Ishin), berpeluang meraih sekitar 300 kursi dari total 465 kursi di majelis rendah parlemen, meningkat signifikan dari mayoritas tipis yang mereka pegang saat ini.
Taruhan Ekonomi Takaichi
Janji kampanye Takaichi untuk membantu rumah tangga menghadapi kenaikan harga, termasuk rencana menangguhkan pajak penjualan pangan sebesar 8 persen, telah mengguncang kepercayaan investor terhadap perekonomian Jepang, yang menanggung beban utang terbesar di dunia.Dalam beberapa pekan terakhir, investor melepas obligasi pemerintah Jepang dan nilai yen tertekan tajam di tengah kekhawatiran mengenai sumber pendanaan untuk menutup potensi penurunan pendapatan tahunan yang diperkirakan mencapai lima triliun yen.
Meski demikian, dengan partai-partai lain menawarkan pemotongan pajak yang lebih dalam dan belanja yang lebih luas, para analis menilai kemenangan telak LDP yang telah memerintah Jepang hampir sepanjang era pascaperang bisa menjadi pilihan yang paling tidak berisiko bagi pasar keuangan.
Salah satu agenda awal Takaichi setelah dilantik sebagai perdana menteri pada Oktober lalu adalah menjamu Trump di Tokyo. Dalam pertemuan tersebut, ia menghadiahkan sebuah putter yang pernah digunakan oleh sahabat golf Trump, mendiang Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.
Trump memuji Takaichi atas keberhasilannya menembus hambatan gender di Jepang, sementara Takaichi menjanjikan investasi bernilai miliaran dolar dalam pertemuan yang, menurut para analis, menegaskan kuatnya aliansi Jepang–Amerika Serikat.
Ketegangan Tiongkok Bayangi Takaichi
Beberapa pekan setelah pertemuan tersebut, Takaichi memicu sengketa diplomatik terbesar dengan Tiongkok dalam lebih dari satu dekade dengan secara terbuka menguraikan kemungkinan respons Tokyo terhadap serangan Tiongkok ke Taiwan.Trump, yang berupaya mempertahankan gencatan dagang yang rapuh dengan Tiongkok, dilaporkan meminta Takaichi dalam percakapan telepon pribadi pada November agar tidak semakin memperburuk hubungan dengan Beijing.
Pejabat Jepang saat ini dan sebelumnya mengatakan kemenangan besar dalam pemilu dapat memberi Takaichi pengaruh baru dalam sengketa dengan Tiongkok, meskipun Beijing belum menunjukkan tanda-tanda akan melunak.
Rencana Takaichi untuk memperkuat pertahanan Jepang juga diperkirakan akan memicu kemarahan lebih lanjut dari Tiongkok, yang menilai langkah tersebut sebagai upaya menghidupkan kembali militerisme masa lalu Jepang.
Ketegangan dengan Tiongkok mulai membebani perekonomian terbesar keempat dunia itu, namun belum berdampak signifikan pada tingkat dukungan publik terhadap Takaichi. Ia bahkan menjadi figur populer tak terduga, dengan sejumlah pendukung membeli tas yang ia gunakan serta pena merah muda yang dipakainya saat menulis di parlemen.
Partisipasi pemilih muda, yang cenderung lebih rendah dibanding kelompok usia lebih tua, diperkirakan akan memengaruhi selisih kemenangan Takaichi. Cuaca ekstrem berupa salju tebal di sejumlah wilayah juga berpotensi menekan tingkat partisipasi pemilih.
Takaichi telah menyatakan akan mengundurkan diri apabila kehilangan mayoritas parlemen.
Trump kembali menegaskan dukungannya dengan menyebut Takaichi sebagai pemimpin yang “kuat, berwibawa, dan bijaksana, serta benar-benar mencintai negaranya.”
Dalam konteks yang lebih luas, Trump semakin aktif memengaruhi pemilu di luar negeri. Ia sebelumnya mendukung Presiden Argentina Javier Milei, serta pada Kamis juga menyatakan dukungan kepada Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menjelang pemungutan suara pada April.
Para analis menilai langkah-langkah ini mencerminkan pola keberpihakan Trump terhadap pemimpin sayap kanan di berbagai negara.