Karhutla Gunung Lawu Sisakan 1 Titik Api di Gondosuli

Kobaran api membakar Gunung Sumbing semakin terlihat membesar pada Rabu (21/10) malam dan semakin sulit untuk dipadamkan. (Foto: MI/Akhmad Safuan)

Karhutla Gunung Lawu Sisakan 1 Titik Api di Gondosuli

Lukman Diah Sari • 26 October 2026 22:57

Karanganyar: Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu kini menyisakan satu titik api. Titik terakhir tersebut terpantau berada di kawasan atas Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

"Saya sudah koordinasi dengan Bupati dan BPBD, nanti heli BNPB di Lanud (Adi Soemarmo) akan diterjunkan 1 sorti lagi. Satu titik api ini penting untuk kita evaluasi agar tidak timbul titik api lain," katanya di sela rapat terbatas bersama Bupati dan BPBD Karanganyar di Pos Sakura Hills, Tawangmangu, Senin, 26 Oktober 2026, melansir Antara.

Meski hanya tersisa satu titik, Luthfi menginstruksikan seluruh petugas dan tim relawan untuk tidak lengah dan tetap bertahan di pos masing-masing guna melakukan penyisiran menyeluruh. Ia juga mendesak upaya pencegahan yang lebih masif melalui peringatan keras kepada masyarakat agar tidak sembarangan membuang puntung rokok atau membakar sampah di area gunung.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. ANTARA/HO-Pemprov Jateng.

Terkait langkah mitigasi jangka panjang, Gubernur Jateng telah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jateng, Pemkab Karanganyar, serta Perhutani untuk segera merancang pembangunan embung atau tandon air di kawasan Gunung Lawu. Infrastruktur ini dinilai krusial sebagai sumber air darurat manakala kebakaran kembali melanda.

"Keterlibatan masyarakat itu paling utama, karena punya kearifan lokal dalam rangka menjaga wilayah,” kata dia.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti terjadinya karhutla di kawasan tersebut.

Di tempat yang sama, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharto, mengungkapkan bahwa api di Gunung Lawu sejatinya sudah berhasil dipadamkan total pada Minggu, 25 Oktober 2026. Namun, pantauan terbaru pada Senin pagi kembali mendeteksi kemunculan titik api baru di atas Gondosuli.

Secara kumulatif, penanganan karhutla di Gunung Lawu mengandalkan operasi udara dengan 34 kali penerbangan (*sorti*) helikopter *water bombing*. Mengingat setiap siraman memuat 2.000 liter, total sudah 68 ribu liter air diguyurkan untuk menjinakkan si jago merah.

Sugiharto menyebut, operasi pemadaman darat menemui kendala karena vegetasi dan lapisan tanah yang terbakar.

"Ada sebagian karakter tanah di Lawu yang tertumpuk lapisan ilalang, bahkan ada yang sampai 30 cm seperti lahan gambut sehingga perlu penanganan khusus," jelas dia.

(Lukman Diah Sari)