Kebakaran Gunung Ciremai Belum Padam, Tim Gabungan Dikerahkan

Kondisi karhutla yang terjadi di kawasan TNGC, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). ANTARA/HO-BPBD Kuningan.

Kebakaran Gunung Ciremai Belum Padam, Tim Gabungan Dikerahkan

Lukman Diah Sari • 22 October 2026 19:32

Kuningan: Tim gabungan lintas instansi terus dikerahkan untuk menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Titik api dilaporkan mulai berkobar sejak Rabu malam, 21 Oktober 2026.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan penguatan personel telah dilakukan secara masif. Operasi ini melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Perhutani, petugas pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga bantuan personel dari Kabupaten Majalengka dan Cirebon.

“Kalau api sudah menjalar ke lereng-lereng yang terjal dan berbatu, proses pemadaman melalui jalur darat akan sangat sulit dan berbahaya,” katanya di Kuningan, Kamis, 22 Oktober 2026, melansir Antara.

Dian menyebut, medan curam dan berbatu menjadi rintangan utama petugas di lapangan. Vegetasi yang mengering ditambah embusan angin kencang membuat api merambat kian cepat. Guna menyiasati hal ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendatangkan helikopter pemadam dengan metode water bombing.

“Mereka berjuang di sana tanpa mengenal waktu, siang dan malam selama dua hari terakhir. Karena itu, provinsi memberikan insentif sebagai bentuk stimulus,” ujarnya.

Untuk menjaga ketahanan fisik, tambahan personel akan ditempatkan di posko penanganan dengan sistem penjagaan bergiliran. Pemerintah daerah juga menyiagakan tim medis dari puskesmas terdekat untuk memantau kesehatan para petugas dan relawan yang terus berjibaku di lereng gunung.

Kondisi karhutla yang terjadi di kawasan TNGC, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). ANTARA/HO-BPBD Kuningan.

Di tengah kondisi darurat ini, Dian mengingatkan warga untuk menghentikan segala aktivitas yang berpotensi memicu titik api baru.

“Kami kembali menghimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan dan mewaspadai puntung rokok. Pohon-pohon dan rumput di sepanjang jalur pendakian saat ini sangat kering sehingga mudah tersulut, terlebih ketika angin bertiup,” katanya.

Hingga Kamis petang, operasi pengendalian api masih bertumpu pada pemadaman darat dan pembuatan sekat bakar guna memutus pergerakan api. Tercatat, luasan lahan yang terbakar telah meluas drastis dari perkiraan awal lima hektare menjadi puluhan hektare.

(Lukman Diah Sari)