Sejumlah sepeda motor hangus terbakar akibat kebakaran supermarket di Sleman. (Metro TV/ Agus Utantoro)
Kebakaran Supermarket di Sleman, Banyak Sepeda Motor Hangus
Agus Utantoro • 1 October 2026 21:33
Sleman: Kebakaran hebat melanda supermarket bahan bangunan, perlengkapan rumah tangga, dan peralatan elektronik Trans Home di Jalan Jogja-Solo Kilometer 11, Kalasan, Sleman. Selain melahap bangunan beserta isinya, kebakaran tersebut juga membuat sejumlah sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi hangus terbakar.
Salah seorang saksi mata, Wiji, mengatakan warga dan sejumlah pihak di lokasi sempat berupaya menyelamatkan kendaraan yang berada di sekitar bangunan. Beberapa sepeda motor dan dua mobil berhasil didorong ke tempat yang lebih aman.
"Tadi sudah agak lama menyelamatkan motor-motor yang ada di depan sini sama dua mobil. Ada dua mobil kita dorong semua. Motor ada yang punya kita, punya pemadam yang di sini. Sudah didorong itu semua ke tempat yang aman," kata Wiji di lokasi kejadian, Kamis, 1 Oktober 2026.
Namun, tidak semua kendaraan berhasil diselamatkan. Sejumlah sepeda motor tetap berada di sekitar bangunan hingga akhirnya ikut terbakar.
Wiji mengatakan api awalnya muncul dari bagian belakang bangunan yang disebut sebagai area penyimpanan plastik. Api kemudian cepat menjalar ke bagian depan karena terbawa angin.
"Yang jelas, katanya tempat yang belakang itu gudang plastik-plastik. Nah, itu jadi cepat menjalar. Ini sisi belakang, dari posisi selatan. Dari belakang itu masuk ke depan, terus menjalar sampai sini," ujarnya.
Belasan mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Water cannon dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga diterjunkan untuk membantu proses pemadaman.
Menurut Wiji, besarnya kobaran api membuat warga tidak memiliki banyak kesempatan untuk menyelamatkan barang-barang yang berada di dalam bangunan.
"Enggak ada kesempatan. Iya, semua barang, semua, enggak ada yang bisa diselamatkan," ungkapnya.

Sejumlah sepeda motor hangus terbakar akibat kebakaran supermarket di Sleman. (Metro TV/ Agus Utantoro)
Terkait informasi adanya karyawan yang terjebak, Wiji mengatakan dirinya mendapat informasi tersebut dari pihak lain. Ia menyebut ada dua orang yang dikabarkan masih berada di dalam bangunan, terdiri dari satu perempuan dan satu laki-laki.
"Katanya ada dua, perempuan satu, laki-laki satu. Katanya ya, ini kan katanya," jelas Wiji.
Wiji menambahkan, warga tidak dapat memadamkan api secara langsung karena tidak memiliki peralatan yang memadai. Warga hanya membantu menyingkirkan kendaraan dan barang dari sekitar lokasi.
"Enggak bisa, kan enggak ada alatnya. Warga enggak bisa memadamkan, hanya menyingkir-menyingkirkan barangnya," ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian belum diketahui. Polisi akan melakukan penyelidikan setelah lokasi kebakaran dinyatakan dingin dan aman.