Menteri Agama Nasaruddin Umar: Dok Humas UIN Jakarta.
UIN Jakarta Kukuhkan 13 Guru Besar Baru, Begini Pesan Menag
Arga Sumantri • 1 October 2026 18:03
Ciputat: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengukuhkan 13 guru besar baru dalam Sidang Senat Terbuka di Auditorium Harun Nasution, Rabu, 30 September 2026. Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap kehadiran para guru besar turut membangkitkan kembali reputasi keilmuan UIN Jakarta sebagai pusat perjumpaan pemikiran Barat dan Timur, sekaligus mendorong lahirnya terobosan pemikiran baru di tingkat global.
Nasaruddin menyebut bertambahnya jumlah guru besar menjadikan UIN Jakarta sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan jumlah guru besar terbanyak. Kondisi ini seharusnya diikuti dengan semakin kuatnya kontribusi UIN Jakarta dalam melahirkan terobosan pemikiran di tingkat global.
"Kehadiran 13 guru besar kita di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini kita harapkan akan mengembalikan mitos Ciputat. Dahulu Ciputat itu bagaikan sebuah muara perjumpaan sungai besar dari timur dan barat. Sudah saatnya kita menjadi produsen ilmu pengetahuan, tidak lagi hanya menjadi konsumen," tegas Nasaruddin dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurutnya, kepakaran yang dimiliki para guru besar harus diarahkan untuk membimbing generasi penerus sekaligus membangun budaya akademik yang jujur, kritis, dan bertanggung jawab.
“Kemajuan teknologi perlu diarahkan oleh nilai-nilai Islam: amanah dalam mengelola data, keadilan dalam pemanfaatan teknologi, kemaslahatan sebagai tujuan, serta rahmat dalam memperlakukan sesama. Di sinilah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat mempertemukan kecanggihan ilmu dan teknologi dengan kedalaman etika, spiritualitas, dan tanggung jawab kemanusiaan," ujar Andi.
Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar menekankan pencapaian jabatan guru besar merupakan puncak karier akademik yang sekaligus membawa tanggung jawab besar, baik dalam ranah akademik maupun sosial kemasyarakatan. Menurutnya, terlepas dari aspek kompensasi materiil, fondasi utama seorang profesor tetap terletak pada keilmuan dan dedikasi pengabdian yang konsisten.
"Saya meminta kepada para guru besar untuk terus mengabdi untuk UIN dan bangsa, untuk terus mencintai UIN, serta untuk terus mencintai keilmuan, karena pencapaian inilah yang akan selalu diingat oleh generasi seterusnya," ujar Asep.
Asep berharap pengukuhan para guru besar dari berbagai disiplin ilmu tersebut semakin memperkokoh komitmen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam melahirkan karya riset bereputasi tinggi. Para guru besar juga diharapkan semakin memperkuat pengabdian kepada masyarakat serta kepemimpinan dalam mengembangkan integrasi keilmuan di tingkat nasional maupun internasional.

Pengukuhan 13 Guru Besar UIN Jakarta. Dok Humas UIN Jakarta.
Daftar 13 Guru Besar UIN Jakarta yang Dikukuhkan
Sebanyak 13 guru besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai fakultas dan bidang keilmuan. Berikut ini daftarnya:
- Prof. Dr. Nida Husna H.R., M.Pd., M.A.TESOL (Guru Besar Bidang Pendidikan Bahasa Inggris)
- Prof. Dr. Idris Thaha, M.Si. (Guru Besar Bidang Agama dan Politik)
- Prof. Dr. A. Baqir Ihsan, M.Si. (Guru Besar Bidang Ideologi Politik)
- Prof. Dr. Yuli Amran, M.K.M. (Guru Besar Bidang Biostatistik Kesehatan Masyarakat)
- Prof. Dr. Ismail Hasani, S.H., M.H. (Guru Besar Bidang Hukum Konstitusi)
- Prof. Dr. Alfitra, S.H., M.Hum. (Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Pidana)
- Prof. Dr. Raswan, M.Pd.I. (Guru Besar Bidang Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab)
- Prof. Dr. Zainal Arifin, M.Ag (Guru Besar Bidang Kelembagaan Hukum Islam)
- Prof. Dr. Zubair, M.Ag. (Guru Besar Bidang Linguistik Hukum Islam)
- Prof. Dr. Hasani, M.A. (Guru Besar Bidang Tafsir Maqashidi)
- Prof. Dr. Safiudin, M.Ag. (Guru Besar Bidang Pembelajaran Fikih)
- Prof. Dr. Suwendi, M.Ag. (Guru Besar Bidang Pemikiran Pendidikan Islam)
- Prof. Dr. Lilik Ummi Kaltsum, M.A (Guru Besar Bidang Metode Tafsir)