Pascakarhutla, Kondisi Kesehatan Gajah di SM Padang Sugihan Sumsel Dipastikan Sehat

Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud. Metro TV

Pascakarhutla, Kondisi Kesehatan Gajah di SM Padang Sugihan Sumsel Dipastikan Sehat

Whisnu Mardiansyah • 29 October 2026 15:00

Banyuasin: Kondisi gajah binaan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Kabuaten Banyuasin, Sumatra Selatan, terus dipantau setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemeriksaan rutin dilakukan untuk memastikan kesehatan satwa tetap terjaga, terutama setelah perubahan cuaca dan munculnya kembali rumput sebagai sumber pakan.

Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud mengatakan, sebagian besar area padang gembala gajah berhasil diselamatkan dari kebakaran. Dari sekitar 7.300 hektare padang gembala, area yang terbakar berada di bagian Utara dengan luas sekitar 10 hektare.

“Area semua Suaka Marga satwa Padang Sugihan ini kan 73.000 hektare. Kemudian padang gembala yang ada di sini ini 7.300 hektare. Kita masih bisa selamatkan,” kata Brigjen Khabib kepada Metro TV, Kamis, 29 Oktober 2026.

Khabib menjelaskan, hujan yang turun selama empat hari terakhir turut mendukung pemulihan vegetasi di kawasan konservasi. Rumput mulai tumbuh kembali di area yang terdampak, sehingga pemulihan padang gembala menjadi salah satu perhatian Satgas Karhutla.

“Jadi hanya sekitar di sebelah Utara ini kurang lebih 10 hektare yang terbakar. Dan itulah nanti yang sekarang juga kita cek. Pascaempat hari ini kita di sini mulai hujan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemantauan dilakukan setiap hari untuk mengantisipasi dampak kebakaran terhadap kesehatan gajah. Pemeriksaan mencakup kondisi fisik satwa, kemungkinan gangguan pernapasan akibat paparan asap, serta perubahan kondisi lingkungan, termasuk cuaca dan ketersediaan air.
 


Menurut Khabib, paparan asap yang mengandung partikel halus, seperti PM2.5 dan PM10, perlu diwaspadai karena berpotensi mengganggu sistem pernapasan. Perubahan cuaca dari kondisi panas menjadi lebih dingin dan lembap juga menjadi perhatian dalam pemeriksaan kesehatan gajah.

“Kita terus memantau setiap hari. Karena gajah ini kan juga riskan terhadap perubahan cuaca. Kalau kemarin itu kita cek ISPA itu,” ujarnya.

Selain gangguan pernapasan, kondisi pakan turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kesehatan pencernaan satwa. Oleh sebab itu, pemeriksaan dilakukan oleh mahout atau pawang gajah bersama dokter untuk mengetahui kondisi masing-masing satwa.

“Kaitannya dengan asap itu kan ada PM 2,5, kemudian PM 10. Nah itu juga bisa menimbulkan infeksi. Kemudian juga radang mereka tenggorokan,” katanya.

Khabib menyampaikan, hasil pemeriksaan rutin sejauh ini menunjukkan kondisi gajah masih baik dan belum ditemukan satwa yang sakit. Meski demikian, pemantauan tetap dilanjutkan untuk mengantisipasi dampak perubahan cuaca dan kondisi lingkungan setelah karhutla.


Ilustrasi-Karhutla di TNWK. (Foto: BNPB) 

Untuk menjaga kondisi tubuh satwa, petugas juga memberikan makanan tambahan berupa buah-buahan, seperti pisang, semangka, dan nanas. Pemberian tambahan nutrisi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan gajah binaan.

Khabib menegaskan, kondisi air dan cuaca menjadi faktor yang terus diperhatikan dalam pemantauan gajah di Suaka Margasatwa Padang Sugihan. Pemeriksaan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan perubahan lingkungan tidak mengganggu kesehatan satwa.

“Karena mereka juga rentan terhadap perubahan cuaca. Termasuk juga kondisi air. Nah kondisi air, cuaca ini sangat berpengaruh terhadap kondisi gajah," katanya.

Ia berharap seluruh gajah binaan di kawasan tersebut tetap sehat dan dapat berkembang biak. Upaya pemantauan kesehatan, pemulihan padang gembala, serta pemberian nutrisi tambahan diharapkan mendukung keberlangsungan pembinaan dan perawatan satwa.

Kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan merupakan salah satu kawasan konservasi penting bagi gajah Sumatra. Data Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan mencatat luas kawasan tersebut sekitar 88.148 hektare. 

“Kami berharap supaya semua gajah binaan yang ada di Suaka Marga Satwa Padang Sugihan ini kondisinya baik, mereka mampu berkembang biak, dan syukur Alhamdulillah banyak gajah yang beranak-pinak di sini,” tutupnya.

(Whisnu M)